Breaking News
Daerah

SMA Al Azhar Palu Juara LCC 4 Pilar MPR

×

SMA Al Azhar Palu Juara LCC 4 Pilar MPR

Sebarkan artikel ini

JAKARTA– SMA Al Azhar Kota Palu, Sulawesi Tengah juara Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2016 yang digelar di Gedung Nusantara IV Komplek Parlemen, Kamis (18/8).

Dalam Grand Final LCC Wakil Sulawesi Tengah itu mendapat nilai 222 tertinggi dibanding peserta lainnya. Posisi kedua diraih SMAN 1 Longkali, Kalimantan Timur dan posisi ketiga ditempati SMA Negeri III Pontianak, Kalimantan Barat.

Sukses SMA Al Azhar Palu meraih posisi terhormat didapat saat babak terakhir (satu lawan satu-red). Pada babak terakhir itu, SMA Al Azhar mampu menjawab sebuah pertanyaan dengan sempurna sehingga dapat meraih nilai 10.

Dengan jawaban itu mendongkrak perolehan nilainya menjadi 220. Nilai itu sekaligus menyamai posisi SMA Longkali yang sudah lebih dahulu mengantongoi nilai 220. Nilai ini bertahan hingga lomba selesai

Guru SMA Al Azhar, Shofia Alanur terharu dan meneteskan air mata. “Allhamdulillah, luar biasa. Sukses itu bukan hanya didasarkan kalah menang namun cara bertahan dalam keadaan apapun. Anak didik kami bisa kuat mental dalam keadaan apapun,” ujar kata dia.

Persiapaan yang dilakukan selama mengikuti lomba cerdas cermat ini adalah memaksimalkan pelatihan. “Tidak mengikuti pelajaran apapun, tidak hanya materi lomba namun juga persiapan lainnya. Ini adalah kemenangan siswa seluruh SMA di Sulawesi Tengah.”
Juri lomba, Ahmad Basarah mengatakan, lomba berlangsung sangat baik. “Kita menambah satu babak yang mengasah nalar mereka agar generasi kebanggaan bangsa tidak menjadi generasi penghafal. Lomba periode lalu yang dilombakan bersifat hafalan.

“Dengan mengembangkan aspek penalaran, peserta kelak saat menjadi pemimpin, pengambilan keputusan yang diambil tidak hanya pada aspek peraturan perundang-undangan, juga penalaran terhadap perkembangan dinamika sosial dan kebutuhan masyarakat. Ini metoda yang sangat baik,” kata Ahmad Basarah.

Dikatakan, pertanyaan yang dilontarkan dan jawaban pelajar semua nyambung. “Saya kira itu representasi dari perkembangan pengetahuan yang berkembang di setiap sekolah di seluruh Indonesia. Cerdas cermat ini semakin merangsang pelajar khususnya di SMA agar betul-betul kembali ke nilai-nilai luhur bangsa,” jelas Ahmad Basarah.

Sesjen MPRRI, Maruf Cahyono berharap, melalui lomba ini pemahaman dan pengetahuan bisa menjadi kesadaran dalam bersikap, bertingkah laku, yang bisa bermanfaat buat masyarakat, bangsa dan negara.

Ma’ruf menilai, siswa dalam argumentasi jawabannya sesuai dengan kemampuannya. “Tidak mudah ketika peserta mendapat soal kontra sementara pemikiran dia pro. Itu merupakan latihan untuk bagaimana berpikir.”

Dalam lomba ini diuji, sesuatu yang biasanya tidak disetujui secara rasional tetapi ia harus menyampaikan pikiran-pikiran dengan jalan pikiran orang lain. (art)

Komentar