JAKARTA– Wakil Ketua Komisi V DPR RI Yudi Widiana meminta operator jalan tol dan petugas kepolisian membuat rekayasa arus mudik terhadap beberapa faktor yang berpotensi menyebabkan kemacetan di jalan lintas Pantai Utara (Pantura).
“Saya berharap pihak pengelola tol serta petugas kepolisian jalan raya membuat rekayasa pengaturan untuk mempercepat transaksi di gerbang tol,” kata Yudi dalam keterangan pers yang diterima Parlementaria.Com, Jumat (24/6).
Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu juga mengingatkan pihak keamanan mewaspadai potensi banjir rob akibat limpahan air laut ke darat di sepanjang jalur Pantura. Untuk itu, harus ada skenario pengalihan lalu lintas jika rob menggenangi jalan yang bisa membuat jalur Pantura lumpuh.
“Pengalaman menunjukkan, fenomena alam seperti banjir rob tidak mampu
diantisipasi dengan baik. Bahkan pernah jalur Pantura lumpuh selama beberapa hari.
Ini harus diwaspadai,” kata wakil rakyat dari Daerah Pemilihan (Dapil) Jawa Barat V tersebut.
Yudi meminta pengelola untuk memberikan perhatian lebih dalam pengaturan keluar
masuk kendaraan di rest area serta areal parkir yang perlu diperbaiki. “Selama ini
saat arus kendaraan tinggi, persoalan di rest area menjadi sumber kemacetan,” ujar
dia.
Dikatakan, faktor keamanan dan kenyamanan di jalur mudik sangat penting untuk menekan risiko kecelakaan. Dia juga meminta pengelola jalan tol, khususnya
ruas baru Pejagan-Brebes, untuk memenuhi Standar Pelayanan Minimum (SPM).
“Aspek pengawasan dari pihak regulator dan penegak hukum pada angkutan umum
juga jangan sampai menurun agar faktor keamanan dan kenyamanan pemudik
terjaga,” demikian Yudi Widiana. (art)






