JAKARTA– Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menilai perlunya pelajaran etika bagi anak-anak agar bisa menghargai dan menghormati jasa para pahlawan nasional.
Hal itu diungkapkan Ketua KPAI, Asrorun Niam dalam keterangan persnya di Jakarta, Sabtu (7/5) menanggapi Anak Baru Gede (ABG) yang menginjak dan menduduki patung para pahlawan di makam Pahlawan di Simalungun, Sumatera Utara (Sumut) beberapa waktu lalu.
Foto yang menyebar di facebook dan membuat geram itu juga dianalisa apakah asli atau tidak? Tapi pastinya polisi sudah menyebar foto remaja itu mencari tahu siapa mereka.
“Kalau benar terjadi seperti yang di foto itu maka amat disayangkan. Sehingga perlu ada pelajaran etika kebangsaan serta penghormatan terhadap simbol Negara termasuk pahlawan nasional,” tegas Asrorun.
Hal itu, kata Niam, tak kalah pentingnya dengan pendidikan bela negara kepada anak-anak sejak dini. “Penting untuk terus dilakukan pendidikan bela negara sedini mungkin, agar anak-anak it uterus menghormati dan menghargai jasa para pahlawan sekaligus sejarah bangsanya sendiri,” pungkas Niam.
Sementara itu Polisi masih mencari sekelompok ABG yang berpose dengan menginjak patung pahlawan di Simalungun. Untuk menentukan ada tidaknya tindak pidana, polisi akan meminta pendapat pakar hukum lebih dulu.
“Mereka sedang mencari orangnya. Nanti dikonsultasikan dan dikoordinasikan dengan minta pendapat pakar hukum. Kami belum dapat menetapkan pasal apa yang dilanggar. Kalau di undang-undang kan (menghina) lambang negara, (tapi) itu kan patungnya. Patung pahlawan, bukan lambang negara,” kata Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Helfi Assegaf.
Polres Simalungun juga sudah membentuk tim untuk segera mencari tahu identitas ABG itu. Selebaran informasi terkait hal itu pun juga telah dilakukan ke sejumlah lokasi di sana. “Tim kita dari Polres Simalungun juga sedang mencari. Ini butuh kerja sama semua pihak, di dunia pendidikan tentu anak-anak diberi pemahaman mengenai hal itu,” demikian Helfi Assegaf. (art)






