Breaking News
Kesra

Gerakan Indonesia Mengaji Untuk Keselamatan Bangsa

×

Gerakan Indonesia Mengaji Untuk Keselamatan Bangsa

Sebarkan artikel ini

kaji-1JAKARTA– Ratusan ribu khataman Al-Qur’an digelar menteri, anggota DPR RI, DPRD Provinsi dan Kabupaten Kota serta masyarakat muslim di 34 propinsi di tanah air Sabtu dan Minggu lalu.

Kegiatan itu digelar di Masjid, Mushola, Langgar dan rumah. Acara Gerakan Nusantara Mengaji serentak Sabtu (7/5) mulai pukul 19.30 WIB itu dimaksudkan untuk keselematan bangsa.

Sampai Minggu (8/5) tercatat 313.339 khataman Al-Qur’an yang dibaca di 67.813 lokasi di 401 Kabupaten/Kota dari 34 provinsi se-Indonesia. Dengan jumlah total
2.089.610 pembaca, yang mengkhatamkan Al-Qur’an serentak hingga Sabtu (8/5) pukul 18.00 WIB.

“Semoga riyadhah jutaan umat Islam di seluruh Indonesia untuk mendoakan keselamatan dan keberkahan bangsa kita ini di-ijabah (dikabulkan) Allah SWT. Semoga barakah dan pahala dari 313.339 kali khataman Al-Qur’an atau setara dengan 9.400.170 juz Al-Qur’an yang dibaca ini akan tersebar ke seluruh pelosok negeri,” kata inisiator Nusantara Mengaji, Muhaimin Iskandar, emikian keterangan pers inisiator ‘Nusantara Mengaji’,Sabtu (7/5).

Untuk itu, Ketua Umum DPP PKB itu menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh pihak, puluhan anggota DPR RI, ribuan anggota DPRD Provinsi, Kab/Kota, para menteri, wakil gubernur, bupati/walikota, serta belasan ribu Kiai dan santri, yang telah bekerja keras mengeluarkan segala daya upayanya sehingga ikhtiar kita mendoakan bangsa dan negara Indonesia melalui khataman Al-Qur’an ini terwujud.

“Hal yang sungguh tak terduga adalah begitu massifnya sambutan umat Islam dipelbagai tempat di tanah air, mereka secara sukarela mendaftarkan dirinya, baik secara online melalui website www.nusantaramengaji.com maupun melalui posko-posko pendaftaran yang tersebar di ratusan kabupaten/kota di seluruh Indonesia menjadi peserta khataman Al-Qur’an,” ujar Muhaimin.

Ini membuktikan, kata Muhaimin, umat Islam Indonesia sejatinya rindu mengaji, gandrung membaca Qur’an dan punya kerelaan tinggi mendoakan bangsanya, negerinya dan rakyat Indonesia melalui riyadhah nasional mengkhatamkan Al-Qur’an.

Lebih dari itu, sejak gerakan ini diluncurkan April lalu, hingga kini puluhan bupati dan walikota serta wakil gubernur yang menginstruksikan semua camat, kepala desa dan warganya untuk ikut mengaji bersama. Bahkan para napi di sejumlah lapas (lembaga pemasyarakatan) ikut menjadi peserta khataman.

Dan, 2 juta lebih peserta Nusantara Mengaji, berasal dari pelbagai lapisan masyarakat, mulai dari pejabat tinggi negara, aparatur pemerintahan mulai dari pusat hingga daerah, pengusaha, Kiai, santri, ustadz/ah, hafidz/hafidzah, petani, ibu rumah tangga, pelajar, mahasiswa, tukang ojek, napi, artis, polisi dan sebagainya.

“Ini menunjukkan bahwa hampir semua lapisan masyarakat sangat peduli dan punya kemauan kuat untuk mendoakan bangsanya, me-riyadhoi negaranya agar memperoleh keselamatan, keberkahan dan kesejahteraan di nusantara ini.”

Ratusan ribu masjid, mushola, pondok pesantren, kantor perusahaan, rumah tinggal, apartemen, pendopo kabupaten, rumah dinas pejabat, lapangan kampung, asrama mahasiswa, kos-kosan hingga alun-alun di 401 kabupaten/kota se-Indonesia bersedia menjadi mihrab (tempat diselenggarakannya khataman). “Sungguh ini adalah keistimewaan Al-Qur’an, sehingga semua tempat ingin dijadikan “tuan rumah” khataman al-Qur’an,” tambah Muhaimin.

Gerakan Nusantara Mengaji yang diselenggarakan oleh Majelis Tahfidz dan Khataman Al-Qur’an ini, selain sebuah riyadhah nasional, juga merupakan tonggak awal menggelorakan cinta Qur’an, dan mentradisikan kembali budaya mengaji di kalangan umat Islam.

Gerakan ini merupakan upaya mewujudkan cita-cita besar, program 1 Desa 1 Hafidz (penghafal Qur’an), bahkan 1 Masjid 1 Hafidz. Gerakan Nusantara Mengaji akan mengajak bergandengan tangan dengan semua umat Islam Indonesia untuk mewujudkan cita-cita ini.

Hal ini dnilai Muhaimin, bukan sesuatu yang mustahil diwujudkan. Sebab ratusan pesantren Qur’an masih tegak berdiri, yang mampu melahirkan santri Hafidz maupun hafidzah ribuan setiap tahunnya. “Jika potensi ini dapat dioptimalkan, bukan tidak mungkin kelak di setiap desa di Indonesia ada 1 orang hafidz.”

Karena itu, Muhaimin memohon doa dan restu seluruh rakyat Indonesia agar Gerakan Nusantara Mengaji dengan mengkhatamkan 300 ribu khataman serentak dalam sehari-semalam di penjuru negeri ini dapat berlangsung penuh khidmat, khusyu’ dan penuh keikhlasan. “Semoga Allah SWT, meridlai riyadhah ini dan menolong bangsa Indonesia agar menjadi baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur, bangsa yang rakyatnya makmur lahir batin,” demikian Muhaimin. (art)

Komentar