Breaking News
PengawasanPolhukam

Fahri: Lapas Bisa Jadi Bom Waktu Buat Pemerintah

×

Fahri: Lapas Bisa Jadi Bom Waktu Buat Pemerintah

Sebarkan artikel ini

fahriJAKARTA– Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah meminta pemerintah khususnya Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkum HAM), Yasona Laoly menangani serius persoalan yang dihadapi Lembaga Permasyarakatan (Lapas) dan Rumah Tahanan (Rutan) yang ada di Indonesia.

Bila merintah tidak sugguh-sungguh menangani masalah Lapas dan Rutan tersebut, kata politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu, ini bisa menjadi bom waktu. “Kasus yang terjadi di Lapas Bengkulu merupakan salah satu contohnya,” ungkap Fahri, Senin (28/3) mengomentari keributan dan kebakaran yang merengut nyawa di Lapas Bengkulu akhir pekan lalu.

Sejak saya memimpin Komisi III, kata wakil rakyat dari Daerah Pemiihan (Dapil) Nusa Tenggara Barat (NTT) tersebut, sering dibahas masalah Lapas dan Rutan ini dengan Menkum HAM masa itu karena boleh dikatakan tidak ada di Insatu juga penjara yang dibawah kapasitas di Indonesia. Penjara dan Lapas di Indonesia selalu diatas kapasitas. Ini masalah klasik seperti bom waktu yang bisa meledak setiap saat.

Fahri menyebut, kebanyakan penjara di Indonesia saat ini tidak melayani dengan sepenuh hati bahkan terkesan tidak manusiawi. Mental aparat yang ditugaskan di penjara juga harus diperbaiki.

“Tak perlu jauh-jauh, disekitar Jakarta saja, saat ini banyak sekali penjara yang sangat tidak layak. Dimana penghuninya terlihat seperti pepes ikan yang tidur dilantai dan terkesan pembiaran.”

Hal ini bisa terjadi karena masih adanya mentalitas para pejabat yang senang melihat situasi tersebut. “Jangan kaget kalau boom itu meledak, dimana penjara khusunya bagi tahanan pelaku tindak pidana narkoba itu harus ditangani secara khusus, termasuk teroris. Kenapa? Ya karena lapas kita itu tidak pernah stabil, karena setiap saat ada ancaman,” kata Ketua Komisi III DPR RI 2009-2014 itu.

Pemerintah harusnya, menjadikan orang-orang di dalam penjara, atau para narapidana menjadi manusia yang baik. Disaat mereka keluar, harusnya bisa menjadi manusia yang berguna dan benar-benar bertaubat.

“Kita berharap mereka bisa menjadi pembisnis dan lain sebagainya, ini yang harus pemerintah perhatikan. Bagaimana mereka bisa menjadi baik dan berubah menjadi orang yang berguna, kalau pemerintah sendiri tidak ada terobosan untuk itu, ya tunggu saja sewaktu-waktu boom meledak lagi,” demikian Fahri Hamzah. (art)

Komentar