JAKARTA– Mantan Sekretaris Jenderal (Sekjen) dan Wakil Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat (PD) Marzuki Alie membantah ke luar dari berlambang Bintang Mercy tersebut, mengikuti langkah istrinya bergabung dengan Partai Persatuan Pembangunan (PPP).
Ketua DPR RI 2009-2014 tersebut mengaku tetap istiqomah untuk berada dalam Partai Demokrat, meski diakui sempat diajak untuk bergabung dengan PPP.
“Ada beberapa tawaran kepada saya untuk bergabung ke partai lain, tapi saya ini istiqomah saja di Partai Demokrat,” kata Marzuki yang gagal meraih kursi kembali ke Senayan dari Daerah Pemilihan (Dapil) Jakarta III tersebut. .
Marzuki mengaku, dirinya bukan tipe pemburu jabatan. “Sejak bergabung ke Partai Demokrat, niat saya kan satu saja yakni untuk mengabdi. Saya bukan pemburu jabatan. Jadi ketua DPR pun karena nasib baik saja.”
Marzuki Alie mengakui, istrinya yang juga anggota DPD dari Sumantera Selatan, Asmawati telah bergabung ke PPP sebagai wakil ketua umum. Keputusan itu adalah keputusan pribadi dengan mempertimbangkan berbagai aspek termasuk hubungan baiknya dengan Ketua Umum PPP pimpinan Djan Faridz.
“Iya memang istri saya bergabung dengan PPP sebagai wakil ketua umum. Itu keputusan pribadi istri saya karena mempertimbangkan berbagai aspek seperti persahabatan yang sudah terjalin sejak lama dengan Ketua Umum PPP Djan Faridz,” ujar Marzuki.
Marzuki mengatakan istrinya sebelumnya telah berkali-kali diajak untuk bergabung dengan PPP dan dirinya pun akhirnya memberikan keleluasaan bagi sepanjang memang itu merupakan keputusan yang terbaik.
“Jadi ada beberapa orang yang ditawari oleh Djan Faridz, termasuk istri dari mantan wakapolri, ada Dorodjatun. Ketika terakhir ditawarkan pun, jawaban istri tidak tegas mengiyakan.Dia hanya menjawab yah sudah kalau masukan saya (sebagai pengurus), yah masukan lah,” kata dia.
Djan Faridz, menurut Marzuki, tentunya memiliki pertimbangan dalam merekrut istrinya sebagai anggota PPP. Istrinya memiliki basis massa yang jelas di Sumatera Selatan. Tentunya ini menjadi pertimbangan untuk merekrut istrinya menjadi kader PPP.
“Istri saya itu tiga kali terpilih menjadi anggota DPD RI. Ini kan artinya dia punya basis massa yang jelas. Tentunya ini juga jadi pertimbangan PPP merekrutnya. Jadi anggota DPD itu kan tidak ada bos dan hanya perlu menjaga dan mewakilkan kepentingan konstituennya saja. Ini saya kira akan dipertahankan oleh istri saya,” jelas dia.
Terkait keabsahan pengangkatan istrinya sebagai wakil ketua umum, Marzuki mengaku tidak mengetahui mekanisme di dalam internal PPP. Meski dirinya tahu bahwa Djan Faridz terpilih bersama formatur dalam muktamar.
“Saya tidak tahu bagaimana mekanisme pergantian kepengurusan di PPP apakah harus melalui rakernas atau tidak. Saya tidak ikut campur,” demikian Marzuki Alie. (art)





