JAKARTA– Pemerintah sepertinya tidak sungguh-sungguh menanggulangi asap akibat pembakaran lahan perkebunan dan hutan di Pulau Sumatera, Kalimantan, Sulawesi dan Papua.
Padahal, asap akibat kebakaran lahan perkebunan dan hutan tersebut tidak hanya menyengsarakan rakyat karena sudah beberapa bulan mereka tidak bisa melakukan kegiatan sehari-hari. Namun, asap itu juga mengakibatkan sejumlah masyarakat terserang penyakit pernafasan (ISPA). Bahkan ada yang meregang nyawa.
Buktinya, kata Wakil Ketua DPR RI, Fadli Zon, anggaran yang dikucurkan pemerintah untuk menanggulangi kabut asap ini tidak memadai. “Dana penanggulangan kabut asap ini sangat sedikit dibanding. Lebih besar dibandingkan dana blusukan yang digunakan Presiden Joko Widodo,” kata Wakil Ketua Umum Partai Gerindra ini, Selasa (27/10).
Karena itu, kata wakil rakyat dari Daerah Pemilihan Kabupaten dan Kota Bogor (Jawa Barat) ini, Jokowi harusnya lebih serius untuk memikirkan bagaimana penanggulangan asap secara konkrit.
Fadli Zon menilai, selama ini Jokowi kurang serius dalam menangani persoalan kabut asap yang tidak hanya mengganggu aktifitas masyarakat tetapui juga telah meregut nyawa anak bangsa,
Fadli Zon juga mendukung dibentuknya dibentuknya Panitia Khusus (Pansus) asap atau kebakaran hutan dan lahan untuk bisa memecahkan persoalan asap yang juga sudah dikeluhkan negara tetangga seperti Singapura, Malaysia, Thailand dan Philipina itu.
Ketika saya datang ke Kalteng saja, kata Fadli Zon, dana untuk tanggap darurat datang dari aparat di lapangan. Untuk Kalimantan Tengah yang parah terkena kabut asap dananya yang disediakan hanya Rp 1 miliar. “Jadi, pemerintah seperti bercanda saja menanggulangi masalah kabut asap ini. Padahal, masyarakat di daerah yang terkena dampak kabut asap sudah tidak tahan,” demikian Fadli Zon. (art)






