JAKARTA—Politisi PDI Perjuangan, Olly Dondokambey meyakini Indonesia bakal menjadi negara maju bila politik anggaran baik pusat maupun daerah berbasis nawacita dan Trisakti sesuai dengan komitmen pemerintahan Jokowi-JK.
Selain itu, komitmen tersebut juga harus diwujudkan jika desa berdaulat secara politik. ”Karena itu, perlu didorong untuk semua elemen dan pemangku kepentingan mengarahkan kepada pembangunan,” kata Olly saat meluncurkan bukunya ‘Membumikan Trisakti Melalui Nawacita’”, Jumat (2/10).
Olly yang mengundurkan diri sebagai anggota DPR karena mencalonkan diri menjadi gubernur di Sulawesi Utara berharap, lahirnya Undang-undang Desa no 6/2014 diharapkan dapat menjawab kesejahteraan dan kualitas hidup masyarakat. Bukan cuma berdaulat secara politik, desa juga harus berdaulat secara ekonomi. “Kondisi itu hanya bisa diwujudkan jika kemiskinan masyarakat desa dientaskan, ” kata legislator PDI Perjuangan yang terpilih tiga periode beruntun itu.
Karena itu, menurut mantan pimpinan Badan Anggaran (Banggar) DPR RI ini, perlu revolusi ekonomi desa. Produktivitas hasil pertanian, perkebunan dan perikanan di pedesaan harus ditingkatkan dengan berbagai program desa yang ada di daerah itu.
“Yang penting terus mengembangkan secara berkelanjutan dan konsisten. Desa juga harus berdaulat secara budaya. Karenanya desa harus menjadi basis keutamaan-keutamaan. Nilai-nilai dan potensi budaya nasional yang lebih besar. ”
Olly mengatakan self determinasi menjadi inti agenda pembangunan desa yang berdaulat secara budaya. Langkah ini bukan saja untuk mempertahankan nilai-nilai budaya, tapi juga untuk mengembangkan nilai-nilai budaya yang luhur seperti gotong-royong, solidaritas terhadap sesama, dan alam terhadap lingkungan sekitar,” jelas Bendahara Umum DPP PDI Perjaunagan itu.
Membumikan Trisakti melalui Nawacita menjelaskan politik anggaran tersebut dan Olly menulisnya secara obyektif. “Dalam pengantarnya Megawati bilang pemerintahan ini kaya wacana, tapi miskin eksekusi. Hanya macan kertas dan dilakukan untuk kepentingan politik, ” ujarnya.
Seperti diketahui, Olly menjadi cagub Sulut nomor urut 1 berpasangan dengan Steven Kandouw dengan tagline OD-SK yang diusung PDIP dan NasDem. Olly berhadapan dengan pasangan Maya Rumantir – Glenny Kairupan (MR-GK) yang diusung Partai Gerindra dan Demokrat di nomor urut 2. “Saya sudah cukup di DPR RI maka saya tinggalkan, dan kini sudah waktunya mengabdi di daerah,” demikian Olly. (art)






