Breaking News
Pengawasan

DPR Minta Pemerintah Tak Istimewakan Buruh Asing

×

DPR Minta Pemerintah Tak Istimewakan Buruh Asing

Sebarkan artikel ini

JAKARTA – Fraksi Partai Gerindra DPR RI meminta pemerintah dibawah

pimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi) tidak mengistimewakan

tenaga kerja asing.

Soalnya, kata Bambang Haryo yang mewakili fraksi Partai Gerindra,

saat ini masih banyak tenaga kerja Indonesia dalam kondisi terlantar.

Bahkan tidak sedikit diantara mereka yang mengalami Pemutusan

Hubungan Kerja (PHK) akibat semakin terpuruknya nilai tukar rupiah

terhadap dolar AS.

Soalnya, kata politikus Partai Gerindra, Bambang Haryo, mewakili

fraksinya menyampaikan keprihatinan terhadap kondisi tenaga kerja

Indonesia. Gerindra meminta pemerintah tak mengistimewakan tenaga

kerja asing ketimbang pekerja domestik.

Sebaliknya, pekerja asing di Indonesia mendapat perlakukan lebih.

Bahkan beberapa bulan terakhir, buruh dari China sudah mendominasi

lapangan kerja di tanah air. Padahal, apa yang mereka kerjakan itu

sebenarnya mampu dikerjakan oleh buruh-burug Indonesia.

“Kami dari Fraksi Gerindra bakal berjuang agar para tenaga kerja

Indonesia tidak terjajah di negeri sendiri. Kebijakan pemerintah

membolehkan para tenaga kerja asing masuk ke Indonesia membuat

angka pengangguran di Indonesia bukannya semakin berkurang,

malah bertambah banyak. Ini persoalan,” kata Bambang dalam

keterangan resmi yang dikeluarkan Gerindra Media Center, Selasa

(1/9).

Bambang juga mengkritisi pemerintahan Jokowi yang ia anggap kerap

tergesa-gesa mengambil kebijakan sehingga menyebabkan kerugian

bagi masyarakat. Ia mengingatkan jangan sampai kebijakan negara

soal buruh salah arah.

“Saya meminta pemerintah memperbaiki kinerja. Jika ingin mengambil

keputusan, risikonya harus dihitung dahulu. Jangan tergesa-gesa, dan

yang terutama kepentingan rakyat Indonesia harus jadi prioritas,

bukan kepentingan asing,” kata Bambang. (art)

Komentar