JAKARTA – Anggota Komisi IX DPR Popong Otje Djundjunan mengungkapkan, sepengetahuan dirinya, baru satu kali menteri pendidikan dijabat oleh orang yang ahli di bidang pendidikan, yaitu KH. Dewantara.
“Sejak Indonesia ada, baru sekali orang berbasis ilmu pendidikan jadi menteri pendidikan, yakni Ki Hadjar Dewantara dan itu juga hanya 6 bulan,” kata Popong Otje Djundjunan, dalam peluncuran buku “Pola Asuh Anak: Melejitkan Potensi dan Prestasi Sejak Usia Dini”, karya Meity H Idris, di Perpustakaan MPR, Rabu (19/8).
Selebihnya ujar nenek yang akrab disapa Ceu Popong ini, dunia pendidikan Indonesia diurus oleh orang-orang yang tidak mempunyai basis ilmu pendidikan, tapi diurus oleh orang-orang yang tidak berlatar-belakang ilmu pendidikan.
Pada hal kata Popong seharusnya pekerjaan itu diserahkan kepada ahlinya. “Jika urusan diserahkan bukan kepada ahlinya, maka tunggulah kehancuran itu,” tegas Popong sembari mengutip sebuah hadits.
Terhadap Menteri Pendidikan dan Kebudayaan yang sekarang disandang Anis Baswedan, dia harapan akan bisa memajukan pendidikan di Indonesia.
“Setelah berinteraksi dengan Komisi IX DPR, ada sedikit harapan akan terjadinya perubahan dalam sistem pendidikan Indonesia. Menurut saya, Anis Baswedan punya pandangan yang pas mengenai pendidikan di Indonesia,” ujarnya.
Harapan tersebut lanjut politikus Partai Golkar ini juga sangat berlebihan. “Iya kalau Anis Baswedan tidak direshuffle. Jadi ada harapan sistem pendidikan akan lebih baik kalau dia tidak direshuffle dalam 4 tahun ke depan,” tegasnya.
Salah satu yang dipuji Popong terhadap kebijakan Anis yang membentuk Direktorat Orang Tua untuk mempertemukan semua pihak-pihak terkait dalam dunia pendidikan.
“Kalau ada Direktorat Orang Tua, maka murid, guru dan orang tua punya satu wadah untuk bertemu. Selama ini, guru tetap saja guru di sekolah dan orang tetap saja orang tua di rumah tanpa sambung rasa. Jadi menurut Ceu Popong, bagus sekali Mendikbud sekarang,” pungkasnya. (chan)






