Breaking News
Daerah

Seorang Petani Pisang Siap Jadi Calon Bupati Kotawaringin Timur

×

Seorang Petani Pisang Siap Jadi Calon Bupati Kotawaringin Timur

Sebarkan artikel ini

SAMPIT- Suripto, Seorang petani pisang di Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, menyatakan siap maju jadi calon bupati pada pemilu kepala daerah setempat akhir 2015.

“Saya siap maju melalui independen. Pendukung menyebar di seluruh kecamatan di Kotim. Saya belum minta dukungan tapi alhamdulillah masyarakat banyak yang mendukung,” kata Suripto di Sampit, Rabu (21/1).

Aktivitas, pria kelahiran 22 Maret 1966 warga Jalan Panglima Hamdan Desa Telaga Baru Kecamatan Mentawa Baru Ketapang ini setiap harinya membersihkan kebun pisang dan nangka di lahan sekitar dua hektare miliknya. Namun, nama Suripto sudah cukup dikenal karena dia sering hadir di acara-acara diskusi di Kotim.

Selain banyak dukungan yang datang dari masyarakat, Suripto mengaku tergerak untuk maju pada pilkada nanti karena ingin membawa pembangunan yang lebih baik lagi di Kotim sehingga kesejahteraan masyarakat meningkat.

“Saya prihatin melihat ekonomi masyarakat, daya beli turun, kemungkinan ini disebabkan kesalahan kebijakan dari penguasa sekarang. Saya melihat langsung ke pusat-pusat perbelanjaan. Inilah yang membuat timbul keinginan saya maju jadi calon bupati,” tegas Suripto.

Suripto menyadari keinginannya maju jadi calon bupati mungkin akan dianggap remeh oleh sebagian orang. Dirinya pun sadar secara ekonomi kalah jauh dibanding calon bupati lainnya, termasuk dibanding incumbent yang akan kembali maju dalam pilkada.

Dia optimis karena dukungan dari akar rumput terus mengalir. Dia mengklaim memperoleh dukungan 15 persen pemilih di Kotim, padahal belum melakukan sosialisasi dan pencitraan.

Disinggung terkait syarat mengumpulkan dukungan dibuktikan minimal sekitar 25.000 fotokopi KTP, Suripto mengaku tidak kesulitan. Buktinya dalam satu bulan, dia mengaku bisa mengumpulkan 16.000 fotokopi KTP yang tersebar merata di seluruh kecamatan, terbanyak di Baamang dan Ketapang.

“Bahkan mengumpulkan fotokopi 40.000 pun saya sanggup. Masyarakat sukarela mengumpulkan dan memfotokopi sendiri. Saya yakin menang karena program saya agak beda (di luar sistem). Kalau program di dalam sistem saya yakin sama, seperti pendidikan, kesehatan dan infrastruktur. Tapi kita harus berani bangun di luar sistem yang tidak berbenturan dengan aturan,” tegas Suripto dengan yakin.

Meski begitu, Suripto membuka diri terhadap kemungkinan lain. Jika nantinya ada tokoh lain yang diusulkan partai politik mempunyai konsep yang sama seperti yang ditawarkannya, dia siap memberi dukungan. Dia sudah menyampaikan kepada pendukungnya bahwa dirinya tidak memaksakan diri maju jika ada tokoh lain yang membawa misi yang sama.

Dia menyarankan partai politik memilih figur calon bupati yang tepat dan tidak hanya mempertimbangkan faktor finansial serta elektabilitas. Partai politik harus berkoordinasi dengan kepolisian, kejaksaan dan KPK untuk memastikan bakal calon bupati yang akan mereka usung tidak mempunyai “rapor merah” dalam kasus hukum.

“Yang diusung ini calon kepala daerah, jadi tidak bisa sembarangan. Alhamdulillah saya bersih,” ujar Suripto.

Secara tegas petani ini mengaku tidak takut bersaing dengan calon bupati lain, termasuk dengan incumbent. Kepastian bahwa pilkada tetap dilakukan secara langsung, membuatnya kembali bersemangat.

Dia mengusung motto “Super” yang artinya serius untuk pembangunan ekonomi kerakyatan.

Masa jabatan Bupati H Supian Hadi dan Wakil Bupati HM Taufiq Mukri akan berakhir pada 25 Oktober 2015. Namun pilkada di daerah ini diperkirakan akan digelar antara November atau Desember, bersamaan dengan pilkada serentak di seluruh Indonesia. (chan/ant)

Komentar