Breaking News
HeadLinePolhukam

Ketua MPR Terima Forum Rektor dan FKPPI

×

Ketua MPR Terima Forum Rektor dan FKPPI

Sebarkan artikel ini

JAKARTA– Ketua MPR RI Zulkifli Hasan menerima kedatangan Aliansi Kebangsaan (Forum Rektor atau FRI dan Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan dan Putra Putri TNI-Polri atau FKPPI) di Gedung MPR RI Jakarta, Senin (15/8). Mereka menyerahkan berkas pokok pikiran mengenai haluan negara.

Ketua MPR mengatakan, pihaknya sepakat menyusun haluan negara. Saat ini sedang dirumuskan haluan negara seperti apa. Sumbangan ide dari forum rektor diterima dengan baik. “Saya kira, ini jadi landasan utama dan sumber bagi MPR,” tegas Ketua Umum PAN itu.

Karena itu dia berharap seluruh pihak, termasuk akademisi ikut mengawal proses penyusunan haluan negara sehingga dapat menampung aspirasi semua pihak untuk kepentingan bersama di kemudian hari.

“Haluan negara penting untuk mengatasi kesenjangan ekonomi, Jawa dan luar Jawa, kota dengan desa, nilai-nilai luhur Pancasila yang mulai luntur, rakyat mudah marah dan membakar rumah ibadah, mudah terjadi konflik, radikalisme – terorisme, narkoba, korupsi dan sebagainya.”

Aliansi Kebangsaan dipimpin Pontjo Sutowo didampingi Ketua Forum Rektor Indonesia Rochmat Wahab. Juga tampak Dawam Rahardjo dan Yudi Latif. Zulkifli didampingi Wakil Ketua MPR Oesman Sapta dan Sekjen MPR RI, Ma’ruf Cahyono.

Pontjo menegaskan, Indonesia perlu haluan negara yang jelas dalam melakukan pembangunan berkelanjutan. Para akademisi menilai tidak sedikit visi pemerintah pusat dan daerah tidak saling bersinergi sehingga pembangunan menjadi tidak merata dan daerah seringkali tertinggal.

“Kita lepas dari haluan negara. Sehingga visi kita belum jelas dan kita belum tahu 10 tahun mendatang akan jadi seperti apa?” tanya Pontjo yang juga Ketua Umum FKPPI itu.

Ketua FRI Rochmat Wahab mengatakan, landasan ekonomi saat ini tidak lagi menerapkan ekonomi Pancasila sehingga program tidak berkesinambungan. Ekonomi Pancasila hilang sejak tidak ada haluan sehingga pembangunan itu tidak ada pegangan.

“Ekonomi Pancasila itu contohnya keseimbangan antara pusat dan daerah, sekarang tidak ada keseimbangan itu semua digeneralisir oleh pusat.” (art)

Komentar