Breaking News
HeadLinePengawasan

Setuju Diplot Jadi Gubernur BI, Sayang Orang Sekelas RR Tak Dimanfaatkan

×

Setuju Diplot Jadi Gubernur BI, Sayang Orang Sekelas RR Tak Dimanfaatkan

Sebarkan artikel ini

JAKARTA– Wakil Ketua MPR RI, Oesman Sapta Odang mengaku terkejut dengan keputusan Presiden Joko Widodo (Jokowi) mencopot Rizal Ramli (RR) dari jabatannya sebagai Menteri Koordinator (Menko) Kemaritiman dan Sumber Daya. Posisi itu dipercayakan kepada Luhut Binsar Pandjaitan

Siapa yang menyangka, kata Oesman Sapta, Presiden Jokowi bakal mencopot Rizal Ramli. Kenerja Rizal Ramli dalam membantu Jokowi menjalankan roda pemerintahan cukup bagus. Bahkan Rizal Ramli menteri yang menonol diantara kabinet Kerja.

“Memang, kita susah menebak Jokowi. Kita bayangkan Jokowi melakukan langkah A, taunya dia jalankan yang B. Kita pikir Jokowi ke kiri, taunya ke kanan. Sulit kita menebaknya,” kata Oesman Sapta ketika bincang-bincang dengan wartawan usai menghadiri pembukaan pameran ekonomi kreatif dan seni budaya Kabupaten Landak, Propinsi Kalimantan Barat, Jumat (29/7) sore.

Senator dari Propinsi Kalimantan Barat itu menilai, Rizal Ramli salah satu pembantu Jokowi di Kabinet Kerja yang cerdas. Selama diberi Jokowi jabatan Menko Maritim dan Sumber Daya, banyak terobosan yang dilakukan Rizal Ramli termasuk tentang pembangunan wisata di tanah air.

“Ia orang pintar. Dalam bekerja Rizal Ramli jangan menjadi anggota tim, tetapi beri dia tugas memimpin tim. Sayang, kalau orang yang berkualitas sekelas Rizal Ramli tidak dimanfaatkan Jokowi.”

Ditanya berkembang wacana Rizal Ramli bakal di plot menjadi Gubernur Bank Indonesia (BI), Oesman Sapta mengatakan kesetujuan dia.

“Saya setuju Rizal dipercaya memimpin BI. Rizal Ramli merupakan ekonom senior dan menduduki jabatan Menko Perekonomian era pemerintahan KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur). Itu barang bagus, kalau disimpan rugi kita, makanya harus tetap dimainkan, apalagi untuk BI.”

Kenapa orang seperti Rizal di copot Jokowi, padahal banyak para pembantu presiden itu tidak mampu menjalankan tugasnya dengan baik, dia menilai, orang seperti Rizal Ramli tidak bisa menjadi anak buah dan sulit bekerja dalam sebuah tim.

Dalam sebuah tim, dia menjadi komando, bukan anak buah. Karena itu, sering gaduh. “Jokowi kan tidak mau gaduh itu dipertontonkan ke rakyat. Itu saja masalahnya. Jadi, kalau Rizal Ramli dipercaya memimpin BI, itu sangat pas,” demikian Oesman Sapta Odang (art)

Komentar