JAKARTA– Ketua MPR RI Zulkifli Hasan mengajak para pakar serta akademisi dari kalangan kampus untuk berkontribusi mewarnai pembangunan nasional melalui partai politik (parpol).
Soalnya, kata Ketua Umum DPP Partai Amanat Nasional (PAN) itu, untuk dapat mewarnai pembangunan nasional dibutuhkan figur yang punya kemampuan, wawasan dan integritas.
“Figur itu hanya ada di kalangan kampus,” kata Zulkifli Hasan saat membuka Diskusi Kelompok Terarah atau Forum Group Discussion (FGD) kerja sama MPR RI dengan Universitas Pancasila, Jumat (29/7).
FGD dengan topik ‘Reformulasi Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional Model GBHN’ menghadirkan pembicara antara lain, Ketua Fraksi Partai Gerindra MPR RI Martin Hutabarat dan Anggota Badan Pengkajian MPR RI Yudi Latif.
Menurut Menteri Kehutanan Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) jilid II pimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ini, melalui partai politik para pakar dan akademisi dapat berkiprah langsung di pemerintahan, baik menjadi menteri, pimpinan lembaga negara, kepala daerah, maupun jabatan lainnya di eksekutif.
Melalui jalur partai politik, para pakar dan akademisi juga dapat menduduki jabatan di legislatif. “Kami di partai politik banyak yang seperti pendekar tangan kosong. Kalau pendekar tangan kosong relatif tidak bisa berbuat apa-apa.”
Dengan masuknya pakar dan akademisi ke partai politik, ke depan para ‘pendekar’ yang mempunyai senjata dan intergritas inilah berjuang untuk menentukan arah pembangunan bangsa ke depan.
Zulkifli mengkhawatirkan masa depan Indonesia jika tidak segera diperbaiki. Arah pembangunan nasional saat ini tidak terarah serta kesenjangan sosial di masyarakat makin tajam.
Karena itu, penting untuk menghidupkan kembali haluan negara model Garis-garis Besar Haluan Negara (GBHN) untuk menjadi koridor arah pembangunan nasional sehingga fokus dan terarah. (art)






