Breaking News
Legislasi

Pansus: Belum Waktunya Pemilu di Indonesia Gunakan e-Voting

×

Pansus: Belum Waktunya Pemilu di Indonesia Gunakan e-Voting

Sebarkan artikel ini

PARLEMENTARIA.COM– Pemilihan Umum (pemilu) yang menerapkan e-voting rawan diterobos atau di hack dan diretas. Karena itu, pemilu yang menerapkan tidaklah lebih baik dibanding yang dilakukan di Indonesia saat ini.

Anggota Pansus RUU Pemilu, Johnny G Plate yang melakukan study banding ke Jerman mengatakan, e-voting justru bermasalah di Jerman. “Tidak ada data pendukungnya, rawan diterobos atau di-hack. Jadi, bukan karena teknologinya, melainkan ada kekhawatiran jika muncul komplain atas hasil pemilu, tidak bisa dibuktikan secara data. Data dari e-voting juga rawan diretas,” kata Johnny, Senin (20/3).

Dalam kunjungan itu, Johnny bersama sejumlah anggota Pansus lainnya melakukan kunjungan ke Mahkamah Konstitusi (MK), Kemendagri, KPU dan Parpol Jerman untuk mengatehui hal-ikhwal e-KTP, e-voting yang diterapkan negara itu dalam pemilu. Pemungutan suara elektronik (e-voting) menjadi salah satu mekanisme pemilu yang ingin didalami Pansus RUU Pemilu.

Menurut Jonny, pada awal pembahasan RUU Pemilu, Pansus melihat bagaimana ada satu permasalahan besar dalam penyelenggaraan pemilu di Indonesia yaitu adanya sengketa pemilu dengan jumlah yang cukup besar.

Dokumen-dokumen terkait kepemiluan dinilai sangat banyak. Kemudian tercetus pemikiran untuk menerapkan e-voting, e-counting (perhitungan suara) dan e-witnessing (saksi).

“Jadi, kami membutuhkan satu model, apa yang bisa melaksanakan pemilu serentak cepat, tepat dan minimal sengketa. Salah satu yang dilihat adalah e-voting,” ujar anggota Komisi XI DPR RI ini.

Dia berpendapat, e-voting belum diperlukan. Untuk itu, hasil kunjungan anggota Pansus RUU Pemilu ke Jerman dan Meksiko akan dirapatkan di tingkat pimpinan Pansus, kemudian ditindaklanjuti dalam pembahasan. “Konfirmasi seperti ini penting agar keputusan yang diambil benar.”

Karena itu, fraksi akan melakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan BPPT untuk mencari informasi sebanyak mungkin terkait dengan kemungkinan penerapan e-voting, dan KPU. “Kita akan menjelaskan bahwa Jerman belum menerapkan e-voting dalam pemilu, dan belum waktunya untuk Indonesia,” demikian Johnny G Plate. (art)

Komentar