Parlementaria.com – Bupati Padang Pariaman John Kenedy Azis menanggapi keluhan masyarakat terkait banjir yang kerap melanda kawasan sekitar Terminal Sicincin, Kabupaten Padang Pariaman. Ia menegaskan, kewenangan perbaikan dan normalisasi bandar (saluran drainase) di sepanjang jalan negara/provinsi tersebut berada di tangan Pemerintah Provinsi maupun Pemerintah Pusat.
“Kewenangan memperbaiki banjir adalah Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Pusat, dan saya sudah berjuang untuk itu,” ujar John Kenedy Azis dalam keterangannya di WAG Dunsanak JKA, Minggu (16/2).
Namun demikian, ia juga mengingatkan bahwa persoalan banjir tidak semata-mata karena faktor infrastruktur pemerintah.
Menurutnya, kondisi bandar air di sepanjang jalan Sicincin banyak yang tertutup permanen oleh pemilik rumah dan toko.
Ia menyebut, hampir seluruh saluran air (banda aia) di kawasan tersebut ditutup untuk dijadikan jembatan kecil, perluasan halaman, maupun akses bangunan. Akibatnya, ketika terjadi penyumbatan oleh sampah atau kayu, tidak tersedia lubang kontrol untuk membersihkan aliran air.
“Seluruh bandar air tertutup oleh pemilik toko atau rumah sepanjang bandar itu. Kalau tersumbat oleh sampah atau kayu, tidak ada ruang untuk masuk ke dalam bandar, tidak ada lubang kontrolnyo,” tegasnya.
Bupati mengaku telah mengirimkan video kondisi lapangan kepada Kepala Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Sumatera Barat. Ia berjanji akan terus memperjuangkan agar bandar air tersebut segera dilakukan normalisasi.
“Video di atas alah ambo kirim ka Kadis PU Provinsi dan ambo akan berjuang baliak supaya banda tu dipelok-an sacapeknyo. Mohon doa dan dukungan dunsanak,” tulisnya dalam bahasa Minang.
Sebagai solusi jangka pendek, John Kenedy Azis mengimbau pemilik maupun penghuni rumah dan toko di sepanjang jalan Sicincin agar bersedia membuka kembali sebagian penutup bandar untuk dibuatkan lubang kontrol. Hal itu dinilai penting agar jika terjadi penyumbatan, proses pembersihan dapat dilakukan dengan cepat.
“Pemilik atau penghuni rumah sepanjang jalan Sicincin mengalahlah. Bandar air yang ditutup untuk dijadikan jembatan atau halaman supaya dibuka sedikit sebagai lubang kontrol kalau ada barang atau sampah yang menghambat aliran air,” pintanya.
Masyarakat sekitar Terminal Sicincin sebelumnya mengeluhkan genangan air yang terjadi setiap kali hujan deras mengguyur wilayah tersebut. Mereka berharap ada langkah cepat dari pemerintah agar aktivitas warga dan pelaku usaha tidak terus terganggu.
Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman menyatakan siap berkoordinasi dengan pihak terkait guna mempercepat penanganan, sembari mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga fungsi drainase di sepanjang jalur nasional tersebut. (sal)
Teks Fito: Bupati Padang Pariaman John Kenedy Azis (Foto Dok. Ist)






