Breaking News
DPD RINasional

Fahmi Idris Dianugerahi Bintang Mahaputra Utama, Keluarga Sampaikan Syukur

×

Fahmi Idris Dianugerahi Bintang Mahaputra Utama, Keluarga Sampaikan Syukur

Sebarkan artikel ini

Parlementaria.com– Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menganugerahkan Bintang Mahaputra Utama kepada almarhum Prof. Dr. Fahmi Idris, S.E., M.H., mantan Menteri Tenaga Kerja dan Menteri Perindustrian, dalama rangka peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan RI di Istana Negara, Senin (25/8/2025).

Penghargaan tersebut diberikan atas jasa-jasa almarhum dalam pengabdian kepada bangsa, khususnya dalam pembangunan sektor industri dan ketenagakerjaan. Fahmi Idris dikenal sebagai tokoh Minangkabau yang sejak muda aktif dalam dunia politik dan ekonomi, hingga dipercaya memimpin dua kementerian strategis.

Keluarga besar Fahmi Idris menyampaikan apresiasi mendalam atas anugerah tersebut. “Dengan penuh rasa syukur, kami keluarga besar Prof. Dr. Fahmi Idris menyampaikan terima kasih sebesar-besarnya kepada Presiden Republik Indonesia Bapak H. Prabowo Subianto atas penganugerahan Bintang Mahaputra Utama kepada Ayahanda tercinta,” ujar Fahira Idris, putri pertama almarhum yang kini menjabat sebagai Anggota DPD RI  melalui akun facebooknya yang beredear luas sejak Senin siang.

Fahira menegaskan, penghargaan ini merupakan bentuk pengakuan negara atas kiprah ayahandanya yang telah berjuang membangun ekonomi nasional. “Bagi kami, penghargaan ini bukan sekadar tanda kehormatan, melainkan warisan nilai perjuangan yang harus terus kami jaga dan teladani,” tambahnya.

Biodata Singkat Fahmi Idris

Almarhum Fahmi Idris lahir di Jakarta pada 20 September 1943 dari keluarga Minangkabau. Sejak muda ia aktif dalam gerakan mahasiswa hingga menjadi salah satu tokoh penting pada peristiwa Malari 1974. Lulusan Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia ini kemudian berkarier sebagai akademisi, pengusaha, sekaligus politisi.

Di bidang politik, Fahmi menjabat sebagai Anggota DPR, lalu dipercaya Presiden BJ Habibie sebagai Menteri Tenaga Kerja (1998–1999). Pada era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, ia kembali dipercaya memimpin Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi (2004–2005) serta Kementerian Perindustrian (2005–2009).

Selain kiprahnya di pemerintahan, Fahmi juga dikenal sebagai pengusaha dengan reputasi kuat di bidang industri dan perhotelan. Ia meninggal dunia pada 22 Mei 2022 di Jakarta pada usia 78 tahun. Dari pernikahannya, Fahmi dikaruniai dua putri, salah satunya Fahira Idris yang kini melanjutkan jejak perjuangan keluarga sebagai anggota parlemen. (Syaf AL)

Komentar