Kesra

TPHD Akan Diseleksi Kemenag Pusat

PARLEMENTARIA.COM – Kualitas pelayanan Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) merupakan salah satu faktor utama yang menentukan keberhasilan penyelenggaraan ibadah haji. Profesionalitas PPIH baik dari pusat maupun daerah penting sebagai upaya untuk terus meningkatkan kualitas layanan terhadap jamaah haji.

Untuk itu, Kementerian Agama akan menyeleksi secara ketat seluruh petugas haji baik di pusat maupun daerah, termasuk Tim Pemandu Haji Daerah (TPHD). “Petugas TPHD idealnya diseleksi oleh (Kemenag) Pusat, seleksi petugas haji pusat saja ketat,” kata Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin Lukman saat berdialog dengan Kakanwil dan Kabid Haji se Indonesia pada acara Jamarah (Jagong Masalah Umrah dan Haji), di Ancol, Jakarta, Kamis (08/03) malam.

Lukman mengatakan, pihaknya terus berupaya meningkatkan pelayanan dalam berbagai bidang baik transportasi, katering, hotel dan lainnya, juga pelayanan oleh petugas haji termasuk pelayanan TPHD. “Jangan sampai TPHD untuk melayani jamaah malah jadi masalah bagi jamaah,” ujarnya.

Diakui, pihaknya menerima komplain dari jemaah haji Indonesia yang menilai peran TPHD kurang sesuai dengan harapan. “Komplain dari Jamaah haji, ada sebagian TPHD yang tidak sesuai harapan. Saya berharap, seleksi TPHD dilakukan pusat saja. Silahkan dari daerah memberikan nama-nama calon TPHD nya,” kata Lukman.

Dikatakan, seluruh Kakanwil Kemenag provinsi untuk berkoordinasi dengan kepala daerah terkait regulasi seleksi TPHD yang sudah dibuat Kementerian Agama.“Standard seleksi harus sama baik di Pusat maupun di daerah. TPHD harus layaknya sebagai petugas,” tegas Lukman.

Terkait kesehatan jemaah haji Indonesia, Menag Lukman juga menyampaikan bahwa selayaknya seluruh jemaah haji Indonesia harus memiliki kartu BPJS. Karena, lanjut Menag, ketika jemaah haji Indonesia sakit di Saudi, semua pembiayaannya akan ditanggung pemerintah Saudi. “Kita harus mendorong semua jemaah harus memiliki kartu BPJS,” kata Lukman.

Sementera Dirjen Penyelenggara Haji dan Umrah Nizar Ali mengatakan, jamaah haji Indonesia tahun 2018 ini mulai diberangkatkan ke Tanah Suci untuk menunaikan rukun Islam kelima pada 17 Juli mendatang. Ia berharap Indeks Kepuasan Jamaah Haji Indonesia (IKJHI) tahun ini mengalami peningkatan mencapai angka 85.00 atau nilai sangat memuaskan.

Data menunjukkan bahwa IKJHI dari Badan Pusat Statistik tahun 2010 berada pada angka 81,45%, tahun 2011 naik menjadi 83,31%, 81,32% (2012), 82,69% (2013), 81,52% (2014), 82,67% (2015), sedangkan untuk tahun 2016 berada pada angka 83,83%. IKJHI tahun 2017 kembali naik menjadi 84,85%. (ks)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top