Legislasi

Fahri Tanggapi Sindiran Jokowi Soal Pembuatan UU Ada Pesanan Sponsor

PARLEMENTARIA.COM – Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah angkat bicara soal sindiran Presiden Jokowi yang menyebut bahwa pembuatan undang-undang (UU) di DPR ada pesanan sponsor. Fahri pun menyarankan agar ke depan pemerintah tidak perlu lagi bekerja sama dengan DPR untuk membahas soal UU baik itu tata cara hingga nanti sampai pengambilan keputusan.

“Pertama kami menyambut Presiden mengupayakan pemerintah tidak perlu lagi ikut dalam membahas UU. Tentu ini memerlukan perubahan UU tentang cara pembuatan UU P3 istilahnya,” tegas Fahri saat dihubungi, Rabu (29/11/2017).

Selanjutnya, masih kata politisi dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu, memang seharusnya sponsor atau aspirasi itu datangnya melalui DPR. Karena DPR adalah sebagai perwakilan rakyat, bukan pemerintah.

“Jadi dengan disetujuinya cara membuat UU, lalu dimana pemerintah tidak perlu terlibat membuat UU pada tingkat pertama. Ini akan membuat lebih efisien ketika menyusun UU dengan lebih aspiratif,” tandas Fahri Hamzah.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo kembali menyindir proses pembuatan undang-undang di legislatif atau DPR RI. Bahkan, Jokowi menyebut banyak undang-undang yang mengandung “titipan sponsor”.

Sindiran kali ini disampaikan Jokowi saat berpidato dalam pertemuan tahunan Bank Indonesia di Jakarta Convention Center, Senayan, Selasa (28/11/2017) malam. (esa)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top