Polhukam

Jazuli Kutuk Aksi Teror di Masjid Rawda, Perbuatan Pelaku Biadab

PARLEMENTARIA.COM– Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPR RI, Jazuli Juwaini mengutuk aksi teroris di Masjid Ar-Rawda, Sinai Utara, Mesir, Jumat (24/11).

Bahkan anggota Komisi I DPR RI itu menyebut aksi yang dilakukanpelaku merupakan perbuatan yang sangat biadab, apalagi dilakukan di masjid dimana saat itu umat Islam tengah melakukan ibadah.

“Kami dari Fraksi PKS mengutuk perbuatan teroris dan itu adalah perbuatan biadab karena dilakukan tidak hanya di tempat ibadah, juga pada saat umat Islam tengah melakukan ibadah,” kata Jazuli dalam keterangan melalui WhatsAPP (WA) kepada Parlementaria.com, Sabtu (25/11).

Dalam peristiawa tersebut sedikitnya 134 jemaah meninggal dunia dan ratusan lainnya terpaksa dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan pertolongan medis.

“Kami dari Fraksi PKS menyampaikan duka mendalam untuk seluruh rakyat Mesir khususnya keluarga korban. Tidak hanya kami, dunia juga mengutuk aksi biadab ini. Apa yang dilakukan teroris tersebut adalah perbuatan tidak berprikemanusiaan. Mereka pengecut.”

Aksi terorisme di Sinai Utara dan berbagai belahan dunia yang kerap terjadi belakangan ini, kata Jazuli, mendorong pentingnya bangsa-bangsa dunia bersatu melawan terorisme dalam usaha mewujudkan tata dunia berperikemanusiaan dan berkeadilan dalam satu semangat yakni kemerdekaan dan perdamaian.

Dikatakan, Jazuli yang juga pemuka agama Provinsi Banten tersebut, negara-negara di dunia harus ikut memberantas terorisme hingga ke akar-akarnya dan tak memberi peluang sedikit juga tumbuh suburnya  terorisme.

Teroris tersebut muncul karena adanya kehancuran akibat perang,ketidakadilan, politik kekerasan, anti demokrasi dan pemerintahan yang ditaktor.

Aksi teror tersebut bukan dilakukan oleh kelompok agama tertentu, termasuk Islam. Islam adalah agama Rahmatan Lil Alamin yakni keselamatan untuk seluruh umat.

“Umat yang mengamalkan agama Islam dengan benar, saya pastikan tidak akan melakukan teror seperti itu. Dalam Islam, membunuh apalagi korbannya adalah orang yang tidak bersalah merupakan dosa besar,” demikian Jazuli Juwaini. (art)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top