Breaking News
Ekonomi

DPR: Hadapi Ramadhan, Pemerintah Harus Stabilkan Harga Kebutuhan Pokok

×

DPR: Hadapi Ramadhan, Pemerintah Harus Stabilkan Harga Kebutuhan Pokok

Sebarkan artikel ini

PARLEMENTARIA.COM– Puasa Ramadhan 1438 Hijriah masih beberapa minggu lagi. Namun, harga kebutuhan pokok disejumlah pasar di tanah air sudah merangkak naik.
Karena itu, pemerintah harus segera turun tangan menstabilkan harga sehingga rakyat tidak menjerit akibat membengkaknya pengeluaran untuk kebutuhan hidup.

“Pemerintah harus menstabilkan harga sembako menjelang Ramadhan. Beberapa komoditas sudah mengalami kenaikan secara perlahan seperti bawang merah, bawang putih dan komoditas pokok lainnya,” kata Reni.

Bawang putih yang sebelumnya harga eceran Rp 20 ribu- Rp 25 ribu perkilogram, naik menjadi Rp 57 ribu-70 ribu. “Situasi ini seperti menjadi ritual tahunan memasuki bulan ramadhan, komoditas pokok selalu naik,” ujar Reni.

Menurut wakil rakyat dari Daerah Pemilihan (Dapil) kota dan Kabupaten Sukbaumi (Jawa Barat IV) tersebut, pemerintah harus menekan kenaikan harga bahan pokok. Artinya, harga kebutuhan bahan pokok tersebut harus terkendali dan terjangkau masyarakat.

Pemerintah, lanjut anggota Komisi X DPR RI ini, tidak boleh membiarkan harga komoditas pokok naik liar sehingga menguras biaya kehidupan sehari-hari masyarakat, khususnya di bulan Ramadhan.

“Terlebih, pelaksanaan Ramadhan tahun ini waktunya tidak berjauhan dengan awal masuk tahun ajaran baru sekolah dan perguruan tinggi yang dipastikan akan menguras biaya yang tidak kecil oleh masyarakat,” kata dia.

Politisi PPP ini menegaskan, pemerintah pusat dan pemerintah daerah harus memastikan harga komoditas pokok menjelang Ramadhan ini harus stabil dan terjangkau oleh masyarakat. Upaya-upaya konkret dan tidak biasa harus dilakukan dan memastikan harga sembako kembali turun.

“Kenaikan bahan sembako yang selalu berulang setiap ramadhan harus menjadi prioritas kerja pemerintah guna menyambut Ramadhan ini. Jangan sampai kenaikan harga sembako menjadi ritual tahunan. Masyarakat kebanyakan yang akan repot dan mengeluarkan biaya ekstra di saat Ramadhan.”

Reni juga meminta aparat penegak hukum untuk mengungkap bila ada permainan kartel atau oknum yang memainkan harga sembako. “Bila terkait dengan tindak pidana, aparat kepolisian jangan segan-segan menindak pelakunya. Segala upaya harus dilakukan untuk memastikan agar masyarakat dalam melaksanakan Ramadhan tidak dibebani dengan melambungnya harga bahan sembako,” demikian Leni Marlinawati. (art)

Komentar