Breaking News
Kesra

Bengkulu Kekurangan Tenaga Medis

×

Bengkulu Kekurangan Tenaga Medis

Sebarkan artikel ini

PARLEMENTARIA.COM– Minimnya jumlah tenaga medis termasuk dokter spesialis di sejumlah daerah khususnya di kabupaten/kota di Provinsi Bengkulu harus menjadi perhatian serius pemerintah dibawah pimpinan Presisden Joko Widodo (Jokowi).

Hal tersebut diungkapkan Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Saleh Partaonan Daulay saat meninjau sejumlah pelayanan kesehatan baik puskesmas maupun rumah sakit umum daerah di Provinsi Bengkulu, Rabu (03/5).

“Salah satu kendala yang kita temukan adalah jumlah dokter spesialis yang sangat terbatas, mestinya ini dibutuhi pemerintah tapi sampai saat ini belum terpenuhi,” ujar Saleh.

Dikatakan wakil rakyat dari Daerah Pemilihan (Dapil) Sumatera Utara itu, persentase kurangnya tenaga medis khususnya spesialis hampir separuh dari kebutuhan.

Di RS Provinsi Bengkulu misalnya. Rumah Sakit terbesar di provinsi ini hanya memiliki 36 dokter spesialis. Idealnya RS ini memiliki 70 tenaga spesialis. Tenaga medis yang dibutuhkan diantaranya spesialis mata, penyakit paru, kulit, anestesi dan radiologi.

Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu, dokter spesialis anestesi dan radiologi hanya tiga orang yaitu di Kota Bengkulu, Kabupaten Rejang Lebong dan Kabupaten Kepahiang. Bahkan ada 33 puskesmas di daerah yang belum memiliki tenaga dokter umum.

Di sisi lain, lanjut dia, pemerintah sedang menjalankan program wajib kerja dokter spesialis. Karena itu, persoalan kekurangan tenaga spesialis ini bisa diatasi dengan program tersebut. Dalam pemetaan dokter spesialis, pemerintah diminta memprioritaskan RSUD maupun puskesmas di provinsi tertinggal.

Dia berharap, pemerintah daerah melakukan kerja sama dengan fakultas kedokteran yang ada, sehingga mereka bisa mengirimkan dokter spesialis yang dibutuhkan di daerah setempat.

“Jadi, tidak menunggu mesti pegawai negeri. Selain itu, nanti bisa dianggarkan melalui APBD, sehingga pemenuhan terhadap tenaga kesehatan bisa meningkat. Tak hanya itu, kerja sama dengan rumah-rumah sakit swasta yang memiliki tenaga medis sangat dibutuhkan untuk diperbantukan,” terang Saleh.

Sementara itu, Direktur RS M. Yunus Zulkimaulub berharap, semakin banyak tenaga medis yang ingin mengabdikan dirinya di provinsi tertinggal, semakin baik. Kesenjangan pelayanan kesehatan pun niscaya bisa dihindari.

“Bengkulu memang bukan daerah prioritas bagi para dokter. Apalagi, jumlah pasien dan tingkat kenyamanannya kurang. Tapi, kini saya yakin, bukan itu lagi yang harus kita tonjolkan. Namun, bagaimana memenuhi kebutuhan untuk seluruh masyarakat,” demikian Zulkimaulub. (art)

Komentar