PARLEMENTARIA.COM– Ketua Panitia Khusus (Pansus) Pelindo, Rieke Diah Pitaloka kecewa dengan kinerja PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II yang sempat dipimpin Richard Joost Lino.
Soalnya, belum adapembangunan pelabuhan laut di Pantai Kijing, Pulau Temajo, Kabupaten Mempawah, Provinsi Kalimantan Barat. Padahal, pelabuhan tersebut sudah masuk dalam program pembangunan. Saat ini, areal yang digunakan untuk membangun pelabuhan itu masih tanah kosong.
Dalam siaran pers yang diterima Parlementaria.com, Rabu (26/4), Rieke Pitaloka meminta kepada semua pihak termasuk Pemerintah Daerah (Pemda) membantu PT Pelindo II mengembangkan pelabuhan laut di Pantai Kijing tersebut yang sudah sangat mendesak.
“Pelabuhan Pontianak sudah tidak memadai untuk menampung kebutuhan aktivitas perdagangan,” ungkap Rieke saat memimpin kunjungan kerja Pansus Pelindo DPR RI di Kalimantan Barat, Selasa (25/4).
Dia mendorong PT Pelindo II segera merealisasikan pembangunan pelabuhan samudera di Pantai Kijing. Hal ini diperlukan untuk mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi di Kalbar.
Selain itu, sambung Rike, salah satu masalah yang dihadapi pelabuhan yang sudah ada tersebut adalah kuatnya sedimentasi di sepanjang alur sungai Kapuas. Akibatnya, akses transportasi kapal semakin sulit karena tergantung pada pasang surut air laut.
Rieke mendorong Pelindo cepat mencari solusi, supaya pelabuhan baru yang nanti bisa masuk kapal besar. Tidak seperti sekarang, tunggu jamnya dulu baru bisa sandar.
“Dalam kota Pontianak juga sudah mulai macet, nah begitu peti kemas pindah ke Kijing, maka dengan sendirinya seluruh aktivitas terkait peti kemas ini akan keluar dari kota dan tidak mengganggu arus transportasi masyarakat dalam Kota Pontianak,” papar Rieke.
Nantinya, Pelabuhan Kijing akan menjadi pelabuhan di wilayah Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) I, yang meliputi Sumatera dan Kalimantan Barat. Sehingga ekspor Kalbar bisa melalui pelabuhan tersebut. (art)






