PARLEMENTARIA.COM– Untuk mentradisikan membaca Alquran, Nusantara Mengaji terus mengajak masyarakat muslim di belahan dunia membaca ayat suci umat Islam tersebut.
Setelah khatam alquran dilakukan dengan sejumlah narapina di Rumah Tahanan (Rutan) dan Lembaga Permasyarakatan (Lapas) se-Indonesia digelar Kamis (20/4) lalu, Nusantara Mengaji menggelar khatam Alquran di Jalan Ong Sumping, Bandar Seri Begawan, Brunai Darussalam, Senin (24/4).
Kegiatan yang digelar bersamaan dengan peringatan Israk Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1438 Hijriah itu diikuti sedikitnya 200 jamaah. Tampak hadir dalam kegiat Nusantara Mengaji yang digelar di negara tetangga itu Ketua Kornas Nusantara Mengaji, H Jazilul Fawaid SQ MA, Husnul Hakim yang juga dekan Fakultas Syariah PTIQ Jakarta serta ulama kharismatik dari Kaliwungu, Jawa Tengah, KH Ahmad Baduhun bin Ahmad Badawi.
Kegiatan khatam kali ini yang dibuka KH Ahmad Baduhun bin Ahmad Badawi, salah satu pemilik sanad Alquran tertua di Indonesia tersebut berlangsung.
Jazilul Fawaid yang juga politisi senior dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tersebut berharap melalui kegiatan Nusantara Mengaji ini warga Brunai Darussalam menjadikan khataman Alquran sebagai kegiatan rutin yang dilaksanakan setiap bulan.
“Tujuan didirikannya Nusantara Mengaji adalah untuk mengajak seluruh umat Islam di seluruh dunia agar semakin akrab dengan kitab sucinya,” kata Jazilul Fawaid yang juga anggota Komisi III DPR RI dari Daerah Pemilihan (Dapil) Lamongan dan Gresik, Jawa Timur tersebut kepada sejumlah wartawan, Senin (24/4).
Walau Indonesia sebagai negara muslim terbesar di dunia, kata Jazil, ternyata angka buta aksara Alquran masih sangat tinggi. Sekitar 60 persen masyarakat muslim Indonesia belum bisa membaca Alquran. “Nusantara Mengaji lahir dan hadir untuk mencerdaskan masyarakat sekaligus memberantas buta aksara Alquran,” kata anggota Komisi III DPR RI 2014-2019 tersebut.
Dengan mentradisikan membaca Alquran, Jazilul berharap mampu memberi semangat kepada umat Islam di Brunai Darussalam untuk memberantas buta aksara Alquran.
Husnul Hakim mengibaratkan Alquran hidangan makanan, dan sajian Allah SWT yang ada di dunia. “Umat Islam sebagai hamba Allah SWT telah diberi hidangan Alquran di hadapannya.
Betapa ruginya umat Islam jika hidangan sajian Allah SWT tersebut tidak dinikmati, dibaca, dihayati dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara,” ujar alumni MAN Bahrul Ulum Tambak Beras, Jombang tersebut. (art)






