Breaking News
Kesra

Diresmikan Presiden Jokowi, Masjid Hasyim Asyari Dibangun Pakai APBD Rp165 Miliar

×

Diresmikan Presiden Jokowi, Masjid Hasyim Asyari Dibangun Pakai APBD Rp165 Miliar

Sebarkan artikel ini

PARLEMENTARIA.COM – Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan Masjid Raya KH Hasyim Asyari yang berlokasi di jalan Daan Mogot, Jakarta Barat, Sabtu (15/04/2015). Pembangunan masjid tersebut menggunakan APBD DKI Jakarta sebesar Rp165 miliar.

Dalam sambutannya, Presiden Jokowi mengharapakan masjid tersebut bisa menjadi simbol Islam yang ramah dan moderat. Karena kata Presiden, Indonesia merupakan negara yang majemuk, negara plural dan beragam.

“Masjid ini menjadi simbol Islam yang ramah, moderat, yang mengakui adanya keberagaman di Jakarta pada khususnya dan Indonesia pada umumnya,” kata Presiden Jokowi.

Presiden Jokowi juga menyebutkan bahwa masjid raya tersebut merupakan wujud komitmen Pemerintah Pusat dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam mendukung pemenuhan hak warga untuk beribadah.

“Pemerintah dukung hak warganya beragama dan beribadah. Sewaktu Gubernur DKI, saya yang meletakkan batu pertama pada tahun 2013. Kemudian dilanjutkan Gubernur selanjutnya.   Sebelum ini Jakarta belum punya masjid raya,” kata Jokowi.

“Ini merupakan kerja sama Pemerintah Provinsi didukung DPRD, sehingga dalam tiga tahun diselesaikan. Ini bukti ada komitmen pemerintah tidak hanya ekonomi tapi juga kehidupan beragama,” ulas Presiden Jokowi.

Mengenai arsitektur bangunan masjid yang diwarnai ornamen Betawi itu menurut JOkowi atas permintaannya diawal pembangunannya. “Memang saat itu kita minta ada ornamen gigi belalang di setiap tiang, ada pagar khas Betawi dan bangunan berasal dari ide rumah bapang, khas Betawi. Jadi ciri khas Betawi dimunculkan dalam masjid ini,” katanya.

Tentang pemberian nama masjid tersebut, Presiden mengatakan bukan tanpa sebab. Alasannya karena KH Hasyim Asy’ari adalah salah satu pahlawan nasional yang mencintai Republik dengan sepenuh hati dan jiwa.

“Beliau telah membuktikan bahwa kecintaan bangsa dan negara tidak akan pernah luntur. Sebagai tokoh ulama pendiri ormas terbesar NU, Beliau letakkan fondasi keagamaan yang ramah,” katanya.

Presiden mengajak masyarakat perlu meneladani sikap KH Hasyim Asy’ari dalam mengembangkan nilai ke-Indonesiaan dan keagamaan sesuai dengan prinsip Islam yang rahmatan lil alamin atau rahmat bagi semesta.

Sementara itu, Plt Gubernur DKI Jakarta Sumarsono dalam laporannya menyebutkan pembagunan Masjid Raya KH Hasyim Asyarimerupakan prakarsa Gubernur DKI Jakarta tahun 2014. “Ground breaking dilakukan 26 September 2014 oleh pemrakarsa Gubernur DKI yang kini menjadi Presiden, Bapak Joko Widodo,” ujar Sumarsono.

Dikatakan, penggunaan nama KH Hasyim Asyari untuk masjid tersebut, bentuk penghormatan atas jasa-jasa tokoh pendiri Nahdlatul Ulama itu.”Selain bentuk penghormatan atas jasa-jasa beliau, juga atas persetujuan keluarga besar KH Hasyim Asyari,” Sumarsono yang akrab disapa Soni itu.

Dijelaskan, masjid yang arsitekturnya bercirikan khas Betawi,ini terdiri dari 5 menara dengan bangunan dua lantai. Tanahnya sekitar 2,4 hektare dengan luas bangunan 1,7 hektare. Kapasitasnya bisa menampung 12.500 jemaah. “Anggaran pembangunannya Rp 165 miliar melalui skema multiyears dari APBD DKI Jakarta,” jelas Son. (esa)

Komentar