Breaking News
Kesra

Dunia Pendidikan Ternoda, Guru Suruh Murid Jual Diri Demi Lunasi Iyuran Sekolah

×

Dunia Pendidikan Ternoda, Guru Suruh Murid Jual Diri Demi Lunasi Iyuran Sekolah

Sebarkan artikel ini

PARLEMENTARIA.COM – Dunia pendidikan betul-betul tercoreng dengan ada seorang guru yang begitu tega menenyuruh muridnya untuk menjual diri demi untuk melunasi iyuran sekolah. Bahkan salah serang murid tersebut mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri karena merasa harga dirinya betul-betul diinjak oleh oknum guru tersebut.

Seperti diungkapkan Sekjen Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) Retno Listyarti, di Jakarta, Jumat (14/03/2017), peristiwa tersebut terjadi di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 3 Padang Sidempuan, Sumatera Utara (Sumut) tanggal 1 April 2017 lalu.

Dari laporan pengaduan yang diterima FSGI dari siswa pelapor, kasus itu dialami siswi SMKN 3 Padang Sidempuan, Sabtu (1/4). Mereka dipanggil oleh onkum guru beinesial KS. KS menanyakan kepada kelima siswa tersebut apakah iuran pengelolaan usaha (PU) sebesar Rp400.000 sudah lunas atau tidak. Kelima siswi itu menjawab ‘tidak’.

Mendengar pengakuan dari siswi itu, KS langsung marah dengan mengeluarkan suara yang tinggi dengan mengeluarkan ucapan yang tidak pantas dari seorang tenaga pendidik yang dijuluki ‘pahlawan tanpa tanda jasa’ itu.

“Jual saja diri kalian ke JB (nama salah satu tempat hiburan malam di Padangsidimpuan), supaya tunggakan kalian ini bisa lunas,” kata Retno menirukan perkataan para siswa yang menceritakan kronologis peristiwa tersebut.

Kalimat yang dilontarkan oleh KS sebagai seorang tenaga pendidik dinilai Retno suatu hal yang sangat tidak pantas dan telah menodai dunia pendidikan. “Ini tindakan yang menodai dunia pendidikan. Tidak pantas seorang guru menyuruh siswinya menjual diri,” tegas Retno.

Setelah keluar dari ruangan, sejumlah siswi langsung menangis karena ucapan dari oknum guru itu betul-betul menyakiti dan merendahkan martabat mereka. Awalnya, jelas Retno, para siswi itu takut mengungkapkan yang dialami mereka, karena mereka tidak mau berurusan dengan pihak sekolah.

Keberanian siswi tersebut untuk mengungkap perlakuan gurunya itu setelah muncul setelah salah seorang siswi, Amelya Nasution, di sekolah itu nekat bunuh diri dengan cara minum racun rumput karena mengalami kekerasan verbal juga. Sebelum bunuh diri, Amelya diduga juga mendapat intimidasi dari KS.

“Oknum guru KS ini juga diduga melakukan kekerasan verbal terhadap almarhumah Amelya Nasution, yang menjadi pemicu gadis ini bunuh diri dengan meminum racun tanaman. Kalau Amel jurusan kesehatan, maka kelima siswi tersebut jurusan Tata Kecantikan,” terang Retno.

Kemendikbud Bentuk Tim

Sementara itu, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) juga menyoroti kasus tewasnya Amelya Nasution yang diduga setelah diintimasi gurunya. Untuk menangani kasus tersebut, Kemendikbud tim khusus (timsus) untuk melakukan investigasi.

Inspektur Jenderal (Irjen) Kemendikbud, Daryanto berjanji menangani kasus ini secara serius dan profesional. Namun pihaknya belum bisa menebak adanya indikasi kecurangan oknum guru hingga intimidasi yang dilakukan pada Amel.

“Itu kan sudah ditangani, ini harus serius dong. Kami bekerja profesional. Kami enggak bisa katakan bisa (intimidasi) itu sebelum investigasi selesai. Menurunkan tim khusus iya,” jelasnya dalam Konferensi Pers Evaluasi Pelaksanaan Ujian Nasional (UN) di Gedung Kemendikbud, Kamis sore (14/04/2017).

Daryanto memberikan tenggat waktu kepada tim tersebut untuk bekerja keras mengumpulkan bukti selama sepekan. Pihaknya juga bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara, Ombudsman, dan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI).

“Saya tahunya meninggal baru kemarin. Sebelumnya sudah ditangani dinas provinsi. Minggu depan kita akan mengetahui, tim saya kan banyak, di sana juga ada institusi. Dinas Pendidikan (menyangkal) biar saja nanti kan diinvestigasi. Saya ingin faktanya,” tukasnya seperti dilansir pojoksatu hari ini. (esa)

Komentar