JAKARTA– Untuk memakmurkan kehidupan petani Indonesia harus ada keberpihakan kepada para petani. Artinya, petani harus mendapatkan perlindungan dan memberi kemudahan terhadap petani untuk memasarkan produk pertanian.
Itu dikatakan Wakil Ketua MPR Oesman Sapta Odang saat memberikan kata sambutan pada pelantikan pengurus Dewan Pimpinan Daerah HKTI Provinsi Riau di Balai Serindit Gedung Daerah Provinsi Riau, Pekanbaru, Kamis (26/1).
Hadir pada acara itu Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman, Ketua Umum HKTI Mahyudin, Ketua DPD Provinsi Riau Arsadianto Rachman. “Tidak bakal ada kemakmuran di Indonesia kalau petani belum makmur,” kata Oesman Sapta yang juga Ketua Badan Pertimbangan Organisasi (BPO) HKTI itu.
Menurut laki-laki yang akrab disapa OSO tersebut, memakmurkan petani Indonesia merupakan problem bangsa Indonesia saat ini. Karena itu, perlu keberpihakan kepada para petani. Selain itu kebijakan dan undang-undang yang dibuat harus memberi perlindungan kepada para petani.
“Harus ada keberpihakan kepada petani. Harus ada perlindungan untuk petani. Harus ada UU Perlindungan Petani. Selama tak ada keberpihakan dan perlindungan kepada para petani, omong kosong petani kita bisa makmur,” kata OSO.
Selain itu, kata senator dari Provinsi Kalimantan Barat ini, pemasaran produk pertanian petani juga perlu diperhatikan. Begitu petani berhasil dalam produksi akan menghadapi masalah pemasaran. Kalau tidak bisa memasarkan hasil pertanian maka produk pertanian itu akan tidak laku dijual. “Ini juga harus diperhatikan.”
Terkait pasar ASEAN, kata dia, Indonesia harus lebih dulu memperkuat pasar di dalam negeri. Sebab penduduk Indonesia terbesar dibanding negara-negara ASEAN lainya. “Untuk apa kita memikirkan pasar ASEAN. Kita pikirkan dulu pasar dalam negeri termasuk untuk produk pertanian.”
Dikatakan, petani Indonesia bisa bangkit. Apalagi pemerintah menyediakan lahan 5 juta hektar dari lahan-lahan yang ditelantarkan. “Lahan yang ditelantarkan itu akan dikembalikan kepada rakyat. Memang sudah seharusnya begitu. Apa yang menjadi hak rakyat harus dikembalikan,” demikian Oesman Sapta Odang. (art)






