Breaking News
HeadLinePolhukam

Panglima TNI Gatot Nurmantyo Minta Kontingen Garuda Perkuat Citra Indonesia

×

Panglima TNI Gatot Nurmantyo Minta Kontingen Garuda Perkuat Citra Indonesia

Sebarkan artikel ini

JAKARTA– Kontingen Garuda yang bertugas sebagai pasukan perdamaian dunia dibawah pengawasan Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) harus mengoptimalkan pelaksanaan tugas dalam memperkuat citra Indonesia khususnya TNI di dunia internasional.

“Karena itu, pasukan Garuda harus membangun standar personel dan kelengkapan sebagai acuan tugas dalam misi perdamaian dunia. “Ini penting karena menjadi pondasi buat kontribusi TNI dalam misi perdamaian dunia di masa mendatang,” kata laki-laki lulusan Akademi Militer (Akmil) 1982 tersebut.

Itu dikatakan Gatot Nurmantyo pada upacara pemberangkatan 175 Prajurit Satgas Kizi TNI Kontingen Garuda XX-N/Monusco misi pasukan perdamaian di Republik Demokratik Kongo, bertempat di Plaza Mabes TNI, Cilangkap, Selasa (24/1).

Dalam siaran pers yang diterima Parlementaria.com, jenderal bintang empat tersebut meminta para prajurit yang melaksanakan tugas sebagai pasukan perdamaian PBB berbuat yang terbaik dalam mengemban misi negara.

“Sang Merah Putih selalu besertamu dalam melakukan kegiatan, apabila kamu ragu, kamu gundah, maka pandanglah lengan kirimu, sehingga tidak ada niat melakukan pelanggaran,” kata Gatot.

Dalam melaksanakan tugas, kata Gatot mengingatkan, tidak boleh ada peringatan lagi, begitu ada pelanggaran langsung proses dan jangan ragu-ragu segera kembalikan ke Indonesia, karena kontingen ini berangkat mempertaruhkan nama bangsa dan negara.

Dijelaskan, beberapa kali terjadi peristiwa yang mencoreng nama baik Indonesia dan bahkan terakhir berita yang menduga Pasukan Garuda walau bukan dari TNI telah melakukan penyelundupan senjata dan amunisi.

“Kita berdoa semoga itu tidak benar. Saya perintahkan agar tidak ada satu prajurit TNI yang terlibat tindakan illegal dengan berusaha membawa barang-barang terlarang dari daerah penugasan, termasuk senjata api. Itu tindakan yang tidak dapat ditolelir,” tegas laki-laki kelahiran Tegal, Jawa Tengah, 55 tahun silam ini.

Dijelaskan, tugas yang diemban para prajurit TNI sarat dengan misi-misi kebangsaan, baik aspek politik, diplomasi maupun budaya. “Ini mengandung makna bahwa para prajurit mengemban tugas menjaga kehormatan bangsa dan negara, keberhasilan pelaksanaan tugas sangat menentukan citra dan prestasi, serta keberlanjutan misi-misi perdamaian Indonesia di masa depan,” demikian Gatot Nurmantyo. (art)

Komentar