JAKARTA– Politisi perempuan Partai Golongan Karya, Endang Srikarti Handayani prihatin dengan rencana pemerintah dibawah pimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang berencana menutup sejumlah pabrik gula di beberapa daerah.
Endang heran karena Indonesia dikenal dengan produktifitas gulanya. “Saya sangat prihatin akan penutupan ini, padahal gula diharapkan bagi petani dan semuanya untuk menghidupkan keluarga dan menyemangati,” kata Endang dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan PT Perkebunan Nusantara, Rabu (18/01).
Endang menyoroti soal peran Indonesia yang produktifitas gulanya sudah tidak setinggi dahulu. Politisi Golkar ini pun menceritakan kisah bagaimana keluarganya saat kecil yang sangat membanggakan Indonesia sebagai tulang punggung penghasil gula. Namun, sekarang Indonesia salah satu negara pengimpor gula terbesar di dunia.
“Yang namanya petani tebu di Indonesia itu saat saya masih kecil luar biasa, keluarga saya sangat membanggakan Indonesia sebagai penghasil gula. Sekarang menjadi wakil rakyat, saya sedih, harapan rakyat menjadi petani menjadi pupus karena pabrik gula mau ditutup,” ujar Endang.
Terkait rencana penutupan pabrik gula, legislator dapil Jawa Tengah V pun mengusulkan agar PTPN dapat bekerjasama dengan swasta untuk mampu menghidupkan petani tebu. “Bisa saja bekerjasama dengan swasta untuk menghidupkan petani tebu dengan metode berbeda,” jelas Endang.
Sebagaimana diketahui, rencana penutupan beberapa pabrik gula telah memicu penolakan dari petani tebu yang khawatir hasil produksi mereka tidak diserap lagi.
Beberapa pabrik gula yang rencananya akan diberhentikan adalah Kanigoro, Rejosari, Purwodadi (Madiun). Toelangan, Watotoelis (Sidoarjo), Meritjan (Kediri), Wringinanom, Pandjie, Olean (Situbundo) dan Pabrik Gula Gondang Baru di Klaten. (art)






