[JAKARTA– Belakangan banyak Tenaga Kerja Asing (TKA) ilegal kedapatan melakukan aktivitas diberbagai daerah di tanah air. Sebagian mereka yang tertangkap pihak imigrasi, menggunakan visa kunjungan wisata untuk bekerja di Indonesia. Tidak sedikit pula yang tidak memiliki surat termasuk paspor.
Karena itu, anggota Komisi X DPR Muslim meminta kepada Menteri Pariwisata Arief Yahya untuk melaporkan kunjungan wisatawan asal China setiap bulannya mulai dari tahun lalu sampai sekarang. “Ini dalam kaitan menyikapi keresahan sebagian masyarakat yang terusik dengan kedatangan Tenaga TKA asal China,” kata politisi Partai Demokrat itu.
Menurut muda dari Daerah Pemilihan (Dapil) Propinsi Aceh itu, dengan adanya laporan bakal diketahui jumlah kedatangan dan kepulangan para wisatawan. Hal ini untuk meminimalisir hadirnya WNA ilegal di tanah air.
“Mungkin wisatawan itu masuk sebagai turis, kemudian bekerja di perusahaan. Kami butuh laporan pemerintah supaya yang meresahkan masyarakat ini, dapat kita ketahui secara real dimana permasalahannya,” imbuh Muslim.
Menurut Muslim, maraknya kehadiran TKA itu juga menjadi catatan Komisi X. Ia tak menampik, hal ini juga imbas dari pemberlakuan dari Bebas Visa Kunjungan kepada 169 negara.
“Untuk itu kita minta evaluasi terkait negara-negara yang mendapat bebas visa dari Indonesia. Khususnya untuk wisatawan China. Ini menjadi catatan,” ujar Muslim.
Diingatkan, Kemenpar untuk meningkatkan infrastruktur di destinasi pariwisata, melalui koordinasi dengan kementerian terkait. Dengan promosi yang cukup gencar di mancanegara, jangan sampai wisman yang berkunjung ke Indonesia menjadi kecewa karena ekspektasi destinasi wisata yang terlalu tinggi.
“Sejauh mana peran Kemenpar kepada wisman. Karena ada wisman yang sudah datang, tapi kecewa dengan destinasi pariwisata, sehingga tidak akan kembali. Ketika kita dorong promosi, ternyata destinasi tidak siap, wisatawan akan kecewa, sehingga tidak kembali lagi.”
Dia berharap, Pemerintah dapat mencari langkah strategis agar target kunjungan wisman dapat tercapai. Mengingat pada tahun 2016, target kunjungan wisman sebanyak 12 juta kunjungan tidak tercapai.
Menteri Pariwisata Arief Yahya menjelaskan, Januari hingga November 2016, kunjungan wisatawan mancanagera ke Indonesia mencapai 10,4 juta kunjungan, dari target 12 juta kunjungan. Sementara untuk wisatawan nusantara, tercapai 239 juta perjalanan, dari target 260 juta perjalanan.
“Program Wonderful Indonesia atau Pesona Indonesia mendapatkan 46 penghargaan di 22 negara. Bahkan untuk penghargaan World Halal Tourism Award 2016, Indonesia memenangkan 12 dari 16 kategori yang dilombakan,” jelas Menpar. (art)






