Breaking News
HeadLinePolhukam

Pertemuan Parlemen Asia Fasific, DPR: Bangun Stabilitas Kawasan Tidak Bisa Instan

×

Pertemuan Parlemen Asia Fasific, DPR: Bangun Stabilitas Kawasan Tidak Bisa Instan

Sebarkan artikel ini

[JAKARTA] Pimpinan Delegasi Indonesia dalam pertemuan Parlemen se-Asia Pacific (Asia Pacific Parliamentary Forum/ APPF) di Natadola, Republik Fiji mengatakan, Fadli Zon mengatakan, untuk membangun stabilitas kawasan dibutuhkan kerjasama dan saling percaya diantara negara-negara sekawasan.

Dikatakan, kepercayaan tidak bisa dibangun secara instan, harus dipupuk melalui dialog terbuka dan fair. “Secara umum Asia Pasifik adalah kawasan yang relatif stabil. Untuk membangun stabilitas kawasan dibutuhkan kerjasama dan saling percaya di antara negara-negara sekawasan, ” kata Fadli yang juga Wakil Ketua DPR RI itu.

Selain itu, kata Wakil Ketua Partai Gerindra itu, tiap negara juga harus mengedepankan penyelesaian damai atas setiap konflik yang muncul. “Itu sebabnya APPF menjadi salah satu forum diplomasi yang penting.”

Dalam forum itu, DPR RI mengirimkan tujuh orang delegasi yang dipimpin Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon. Anggota lain adalah Nurhayati Ali Assegaf (Demokrat), Yoseph Umar Hadi (PDIP), Dwi Aroem Hadiatie (Golkar), Rahayu Saraswati Djojohadikusumo (Gerindra), Sartono Hutomo (Demokrat), dan Desy Ratnasari (Fraksi PAN).

“Dalam forum APPF ke-25 ini, Indonesia menyuarakan pentingnya penyelesaian krisis kemanusiaan di Rohingya. DPR telah meminta parlemen Myanmar supaya mendorong pemerintahnya menyelesaikan krisis kemanusiaan itu dengan damai dan bijak. Krisis kemanusiaan, di manapun, tidak boleh dibiarkan berlarut-larut.

Selain Rohingya, parlemen Indonesia juga menyuarakan pentingnya penanganan krisis kemanusiaan yang terjadi di Palestina dan Suriah.

Pembukaan sidang APPF yang dihadiri Perdana Menteri Fiji Josaia Voreqe Bainimarama, Ketua Delegasi Indonesia Fadli Zon mendapat kehormatan untuk menyampaikan Vote of Thanks mewakili delegasi negara-negara yang hadir. Indonesia dan Fiji kebetulan memang memiliki hubungan diplomatik yang erat dan saling mendukung dalam forum internasional.

“Kita sering lupa jika Indonesia sebagai negara bukan hanya masuk wilayah Asia, tapi juga masuk wilayah Pasifik Selatan. Itu sebabnya kita harus menjaga hubungan diplomatik dengan negara-negara kepulauan Pasifik.”

Secara kultur, Indonesia juga memiliki irisan kebudayaan yang besar dengan negara-negara Pasifik, seperti Papua New Guinea dan Fiji. Secara regional, negara-negara di kawasan Pasifik Selatan mayoritas penduduknya merupakan bangsa Melanesia.

“Indonesia saat ini memiliki kurang lebih 11 juta penduduk beretnis Melanesia, yang tersebar di wilayah Maluku, Nusa Tenggara, dan Papua,” demikian Fadli Zon. (art)

Komentar