JAKARTA– Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan HB X mengingatkan agar setelah acara peletakan batu pertama, pembangunan bandar udara baru di Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogjakarta tidak mangkrak.
Bandar Udara yang bakal dibangun tersebut merupakan pengganti Bandara Adi Sucipto yang terletak di tengah-tengah kota Yogjakarta. Bandara Adi Sucipto sudah tidak memungkinkan diperluas karena keterbatasan areal. Apalagi, Bandara ini adalah milik TNI Angkatan Udara.
“Jangan sampai Presiden sudah ground breaking lalu aktivitas pembangunan kosong sebulan, dua bulan,” kata Sultan di Kantor Kepatihan Yogyakarta, Jumat (13/1).
Informasi yang didapat Parlementaria.com, Sabtu (14/1), Sri Sultan berharap setelah acara seremonial peletakan batu pertama yang rencananya dilakukan Senin (23/1) mendatang, langsung dilanjutkan dengan aktivitas pembangunan fisik bandara. “Yang penting bagi saya, tidak boleh tidak ada aktivitas,” kata dia.
Menurut Sri Sultan, berbagai material bangunan yang dibutuhkan dalam proyek pembangunan bandara baru itu juga harus dipastikan langsung tersedia. “Begitu ground breaking, besoknya semen masuk, barang-barang yang lain juga harus masuk,” kata dia.
Seluruh proses pembangunan termasuk penentuan jadwal peletakan batu pertama pembangunan bandara harus didasarkan sepenuhnya kepada pelaksana proyek yakni PT Angkasa Pursa I dan Pemda DIY.
PT Angkasa Pura I selaku pelaksana proyek pembangunan bandar udara baru di Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta merencanakan peletakan batu pertama atau “ground breaking” pembangunan bandara 23 Januari 2017.
Meski demikian, Direktur Teknik Angkasa Pura I Polana Banguningsih Pramesti mengatakan, kepastian waktu dan lokasi peletakan batu pertama masih menunggu keputusan dari Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) karena akan dilakukan langsung Presiden Joko Widodo.
“Mudah-mudahan pak Presiden bersedia, kami meminta pak Presiden hadir tetapi belum ada jawaban,” kata Polana.
Dikatakan, sejumlah pekerjaan fisik awal yang rencananya akan dilakukan setelah peletakan batu pertama antara lain pemagaran serta penataan kawasan lahan bandara.
Sebelumnya, Pimpinan Proyek Pembangunan Bandara Kulon Progo dari PT Angkasa Pura I, R Sujiastono mengatakan, dalam pembangunan bandara itu, pengerjaan fisik utama yang harus pertama dilakukan adalah pembangunan fasilitas sisi udara (air side).
Air side tersebut terdiri atas run way (landas pacu), taxi way (jalur parkir), apron (pelataran gerakan pesawat) karena dinilai yang paling membutuhkan waktu lama. (art)






