JAKARTA– Maraknya Tenaga Kerja Asing (TKA) khususnya dari China di tanah air ibarat pedang bermata dua buat Indonesia. Positifnya kehadiran TKA asal China itu bisa memacu tenaga kerja Indonesia bersaing dan memacu mereka lebih terampil.
Hanya saja, kata Wakil Ketua Komisi X DPR RI, AR Sutan Adil Hendra dalam siaran pers yang diterima Parlementaria.com, Jumat (6/1), dampak negatifnya pangsa tenaga kerja kita bakal di ambil alih oleh mereka.
Melihat fenomena itu, wakil rakyat dari Daerah Pemilihan (Dapil) Jambi ini meminta Pemerintah segera merespon keberadaan TKA asal China itu. “Kondisi ini harus kita sikapi dengan cara merevitalisasi sekolah vokasi untuk lebih produktif menghasilkan tenaga kerja yang siap pakai,” kata politisi Partai Gerindra ini.
Jika Indonesia terlambat mempersiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) terampil melalui politeknik atau pendidikan vokasi lainnya, Sutan khawatir, pasar tenaga kerja tanah air bakal dikuasai TKA khususnya dari China. “Bila itu terjadi, ini bahaya. Daya saing industri kita bakal lemah karena tergantung orang lain.”
Menyikapi hal ini, kata Sutan, pihaknya akan memanggil Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi dalam waktu dekat, untuk membahas perluasan, penguatan dan pembinaan sekolah vokasi bagi penyiapan tenaga kerja terampil Indonesia.
Komisi X juga akan mengundang beberapa kepala daerah untuk membantu program antisipasi tenaga kerja asing melalui pendidikan vokasi.
“Minimal ada regulasi di daerah yang mewajibkan kerjasama antara industri dan politeknik baik dalam bentuk magang atau kerjasama keahlian lain. Jangan sampai masyarakat menjadi penonton di negeri sendiri,” demikian AR Sutan Adil Hendra. (art)






