[JAKARTA] Tidak dapat dipungkiri bahwa media sosial (medsos) saat ini adalah sarana komunikasi yang paling efektif dan mampu membentuk opini publik serta penyebaran pesannya hampir tidak dapat dibendung.
Sekitar 130 juta rakyat Indonesia, termasuk TNI menggunakan medsos sebagai media komonukasi karena medsos menjadi medan pertempuran untuk mencapai tujuan, medsos media yang sangat efektif, mudah, murah, cepat dan cakupannya luas.
Puspen TNI selalu mengikuti dan memonitor berita / informasi yang berkembang di medsos dan saat ini selain informasi penting ternyata lebih banyak ditemukan berita bohong (hoax) yang berisi fitnah, adu domba, provokasi dan berita yang merugikan.
Puspen TNI dalam siaran persnya yang diterima Indokini.co menyebutkan, beberapa kasus beredarnya berita bohong (hoax) yang merugikan institusi TNI dan nama baik Panglima TNI.
Hoax itu antara lain; Dukungan ke Panglima TNI Jadi Presiden RI, Makar Dilakukan Purnawirawan TNI, Ceramah Panglima TNI pada acara Maulid Nabi di Petamburan, Keberpihakan TNI kepada Rakyat Bertujuan Makar, Rumor Jabatan Panglima TNI Dicopot, Kuda Troya Jokowi dan Gatot Nurmantyo, Panglima TNI minta Sumbangan untuk Korban Aceh.
Selain itu, penggunaan akun yang mengatasnamakan Jenderal TNI Gatot Nurmantyo berkembang cukup banyak. Di facebook saja misalnya, ada 26 akun atas nama Gotot Nurmantyo yang semuanya merugikan institusi dan pribadi Jenderal TNI Gatot Nurmantyo.
Menyikapi semakin masifnya hoax yang dapat menyebabkan perpecahan, membahayakan persatuan dan kesatuan, kebhinneka dan munculnya radikalisme, perlu upaya komponen masyarakat menyikapi medsos dengan pembelajaran, kedewasaan, penuh kehati-hatian.
“Harus ada edukasi kepada masyarakat dalam menyikapi berita di medsos, harus cek kepada yang berwenang, jangan mudah menyebarkan kembali berita-berita itu,” tegas Kapuspen TNI Mayjen TNI Wuryanto, S.Sos.
Untuk itu, dia berharap dilakukan kanalisasi dengan memberikan penyadaran dan pendewasaan kepada pengguna media sosial, agar dapat menumbuhkan kesadaran, sikap kritis dan cerdas seluruh warga masyarakat, sehingga dapat memilah dan memilih berita yang positif, bermanfaat sesuai keinginannya.
“Kita harus kuasai teknologi informasi dan memanfaatkannya untuk kemaslahatan bangsa. Gunakan teknologi informasi dengan tujuan yang jelas, jangan dikalahkan teknologi, tetapi jadilah tuan atas teknologi,” kata Kapuspen TNI. (art)






