LIMAPULUH KOTA – Rencana pemindahan makam Tan Malaka dari Kediri , ke Pandam Gadang, Kecamatan Gunung Omeh atas dukungan banyak pihak sudah tuntas dibicarakan. Tuntasnya pembicaraan setelah Wakil Bupati Limapuluh Kota Ferizal Ridwan bertemu langsung dengan Pemda Kediri pekan lalu. Menurut rencana kerangka Tan Malaka akan diarak ke 39 daerah dan dimakamkan kembali di pemakaman keluarga di Pandam Gadang.
Untuk penjemputan kerangka Pahlawan Nasional Tan Malaka tersebut, Pemkab setempat akan membentuk tim penjemputan pada 15 Januari yang bertepatan dengan peristiwa Situjuah. Sebelumnya, pihak keluarga akan melaksanakan peyelesaian adimintrasi, setelah semuanya rampung, direncanakan penggalian makam Tan Malaka di Selopanggung Kediri.
Wabup Limapuluh Kota, Ferizal Ridwan menginformasikan, untuk membawa kerangka Tan Malaka ke Limapuluh Kota, diarak ke daerah daerah perjuangan diperkirakan akan melewati 39 daerah di Jawa dan Sumbar termasuk Sawah Lunto dan Tanah Datar.
pemindahan makam Tan Malaka, bukanlah yang bersangkutan sebagai pahlawan nasional, namun semasa hidup almarhum membawahi 142 ninik mamak di Kelarasan Bunga Setangkai. Sedangkan rencana pemakamannya kembali bertepatan dengan HUT Kabupaten Limapuluh Kota 2017. Dalam adat budaya Minangkabau, yang menganut sistem materilineal atau menurut garis keturunan ibu, setiap penghulu yang wafat, maka ia akan dimakamkan di tanah kampung atau tanah kaum Ibu.
Dikatakan, kepastian makam Tan Malaka di Kediri itu, sebelumnya tahun 2007 telah dilakukan penelitian tes DNA dengan pembanding dari kerabat dekatnya. “Namun bila tidak ditemukan kerangka dan tengkoraknya, tidak masalah yang lebih penting ada tanda tanda yang akan dikumpulkan didalam pemakaman tersebut. Selain itu juga meningkatkan silaturahmi Kabupaten Limapuluh Kota dengan kediri,” ujarnya. (hal)






