Breaking News
HeadLinePolhukam

Hidayat Nur Wahid: Tokoh Islam Miliki Andil Selamatkan Kemerdekaan Indonesia

×

Hidayat Nur Wahid: Tokoh Islam Miliki Andil Selamatkan Kemerdekaan Indonesia

Sebarkan artikel ini

JAKARTA– Wakil Ketua MPR RI dari Faksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Hidayat Nur Wahid (HNW) mengatakan, tokoh masyarakat Banten memiliki andil besar dalam memperjuangkan kemerdekaan.

Bahkan tokoh masyarakat Banten juga mempunyai andil besar dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia saat Jakarta dan Yogjakarta kembali dikuasai Belanda serta proklamator Ir Soekarno dan Dr Muhammad Hatta di tahan oleh penjajah.

Itu dikatakan Hidayat Nur Wahid ketika menyampaikan sosialisasi Empat Pilar MPR di depan ratusan ibu-ibu majelis taklim dan kelompok UMKM di Rumah Pemberdayaan Masyarakat (RPM) Kota Tangerang Selatan, Provonsi Banten, Senin (26/12).

Kegiatan ini digelar Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) bekerjama dengan Yayasan RPM Kota Tangerang Selatan di Rumah Konseling, Jalan H. Saidin, Desa Bambu Apus, Pamulang, Kota Tangerang Selatana, Provinsi Banten.

Hidayat menjadi narasumber Sosialisasi Empat Pilar ini. Sebagai pemateri Hidayat didampingi KH Ahmad Sadeli Karim Lc, anggota Kelompok Dewan Perwakilan daerah (DPD) MPR dari Daerah Pemilihan (Dapil) Provinsi Banten.

Dalam paparannya, Hidayat mengingatkan, Sosialisasi Empat Pilar ini adalah hak bagi setiap warga negara Indonesia, supaya mengetahui hak dan kewajibannya dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Dalam kesempatan itu politisi senior PKS ini mengatakan bahwa kehadiran Empat Pilar ini tidak lepas dari andil putera Banten. “Ada orang Banten yang ikut mempersiapkan Kemerdakan Indonesia. Dia adalah Prof. Dr. Raden Aryo Ahmad Husein Djajadiningrat,” kata Hidayat Nur Wahid

Bukan hanya itu, menurut Ketua MPR RI 2004-2009 ini, ada pula tokoh Banten yang menyelamatkan Indonesia. Itu terjadi ketika 18 Desember 1949 ketika para pemimpin Indonesia termasuk Bung Karno, Bung Hatta, Sutan Sjahrir ditangkap Belanda dan ditawan di Bangka. Sedangkan Jakarta dan Yogjakarta sudah pula dikuasai Belanda.

Saat itu muncullah putera Banten Sjafroeddin Prawiranegara menyelamatkan Indonesia. Di menyelamatkan Indonesia dan menyatakan bahwa Indonesia masih ada. Pernyataan tokoh Banten ini sampai ke didengar India, Amerika Serikat dan PBB.

Sjafroeddin Prawiranegara, selain putera Banten, dia juga tokoh Islam anggota partai Islam Masyumi. Karena peran Sjafroedin Prawiranegara yang memproklamirkan Pemerintah Darurat Republik Indonesia (PDRI) dari Bukit Tinggi, Sumatera Barat, sehingga memberi tahu dunia Internasional bahwa pemerintah Indonesia tetap ada, tidak bubar seperti digembar gemborkan penjajah Belanda.

Jadi, jelas Hidayat, tokoh Islam berada di garda terdepan dalam menyelamatkan Indonesia dari penjajahan Belanda. Selain toloh Banten, ada lagi tokoh Islam yang juga dari partai Islam Masyumi berperan besar dalam mengeluarkan para tokoh bangsa, Bung Karno, Bung Hatta dan lainnya, dari tahanan Belanda. Tokoh itu adalah Mr. Mohammad Roem. Melalui perundingan Roem-Van Royen, para pemimpin bangsa yang ditawan itu dibebas dari tahanan Belanda.

Dalam kontelks ini, kata Hidayat, para peserta jangan seolah-olah menganggap umat Islam tak berperan dalam kemerdekaan Indonesia. “Peran umat Islam sangat besar.”

Hidayat juga mengingatkan bahwa Indonesia memang bukan negara sekuler dan bukan negara agama. Tapi, paham komunisme tidak bisa hidup di negara kita. Sebab, dalam Pancasila, baik Pancasila 1 Juni, 22 Juni, maupun Pancasila 18 Agustus semuanya ada kata Ketuhanan. Itu artinya, yang tak mengakui adanya Tuhan, tak bisa hidup di Bumi Indonesia.

Lagi punya Tap MPRS No. XXV Tahun 1966 tentang larangan Partai Komunisme dan Penyebaran Paham Komunis masih tetap berlaku. Itu, Artinya, di Indonesia tidak boleh hidup yang tidak mengakui adanya Tuhan. “Kalau Empat Pilar ini betul-betul dipahami dan dijalankan, kita akan semakin cinta negara Indonesia,” demikian Hidayat Nur Wahid. (art)

Komentar