JAKARTA– Menteri Koordinator (Menko) Kemaritiman yang dipercaya Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM), Luhut Binsar Pandjaitan memuji habis ide dan pemikiran Arcandra Tahar.
Pujian terhadap Arcandra dikemukakan Luhut pada Rapat Kerja (Raker) bersama Komisi VII di Kompleks DPR MPR Jakarta, Kamis (1/9) terkait soal percepatan realisasi anggaran 2016 hingga 90 persen sewaktu masih menjadi menteri ESDM.
Luhut memuji banyaknya ide yang dilahirkan Arcandra pada kebijakan 20 hari Menteri ESDM sebelumnya. “Banyak ide-ide yang dilahirkan beliau misalnya, percepatan realisasi anggaran 2016 dengan target 90 persen. “Menurut saya sangat banyak akan kita lakukan untuk penghematan,” kata Luhut.
Luhut juga masih terus berdiskusi dengan Arcandra yang sejalan dengan rencana kerja yang ingin dikembangkan meski pikiran-pikiran itu belum muncul sebagai kebijakan tertulis seperti harga minyak Indonesia (ICP), “lifting: minyak dan “lifting” gas. Kebijakan Arcandra yang dilaporkan dalam rapat adalah pemangkasan biaya di Blok Masela dan penerbitan persetujuan ekspor Freeport.
Terkait pengolahan gas Blok Masela, Luhut mengatakan, penghematan biaya yang dikoreksi Arcandra adalah dari 22 miliar dolar AS menjadi 15 miliar dolar AS.
“Mengenai Blok Masela, pikiran-pikiran Pak Candra sangat mengerti teknis dan saya lihat memang semua masuk akal. Angka 22 miliar dolar AS itu tidak dari Pak Candra. Itu dari Inpex (Corporation) yang diminta memberikan presentasi, kemudian Pak Candra mengoreksi dan mengiyakan sehingga angka itu sampai 15 miliar dolar AS.”
Dalam rapat ini, Luhut didampingi oleh pejabat eselon I Kementerian ESDM serta Dirut Pertamina Dwi Soetjipto, Dirut PLN Sofyan Basir dan Kepala SKK Migas Amien Sunaryadi. (art)






