JAKARTA– Sebelas petinju Rusia yang bertanding di Olimpiade 2016 di Rio Janeiro, Brasil bebas dari penggunaan obat-obat terlarang (doping) sehingga mereka berhak bertanding pada pesta olahraga antarnegara paling bergengsi tersebut.
Keputusan tersebut dikeluarkan Asosiasi Tinju Amatir Internasional (AIBA) setelah organisasi tertinggi olahraga tinju amatir ini memeriksa ke-11 petinju Rusia ini.
“AIBA telah meakukan pemeriksaan berdasarkan rekam jejak anti-doping
dari masing-masing petinju Rusia yang berkompetisi di Olimpiade
Rio,” kata Pejabat AIBA dalam keterangan persnya minggu ini.
AIBA menyebut proses pemeriksaan tersebut saat ini telah rampung dan
lembar konfirmasi telah diterima dari IOC. “Berdasarkan ulasan dari IOC, 11 petinju Rusia tersebut saat ini berhak untuk berkompetisi di Olimpiade Rio 2016,” ucap AIBA.
Berdasarkan laman web AIBA (aiba.org) pemeriksaan para petinju Rusia
tersebut berdasarkan keputusan yang diambil oleh Biro Eksekutif IOC
pada 24 Juli 2016 lalu.
Adapun petinju yang dinyatakan layak untuk bertanding di Olimpiade Rio
2016 yaitu, untuk bagian Putri: Anastassia Beliakova (60 kg) dan Iaroslava
Iakushina (75 kg).
Sementara itu, untuk Putra yaitu, Vasilii Egorov (49 kg), Misha Aloian (52
kg), Vladimir Nikitin (56 kg), Adlan Abdurashidov (60 kg), Vitaly Dunaytsev
(64 kg), Andrey Zamkovoy (69 kg), Artem Chebotarev (75 kg), Petr
Khamukov (81 kg) dan Evgeny Tishchenko (91 kg).
Sebelumnya, atlet-atlet Rusia terancam untuk tidak ikut Olimpiade Rio de
Janeiro karena skandal doping yang menimpa hampir pada setiap cabang
olah raga.
IOC memutuskan untuk menyerahkan masalah kelayakan atlet Rusia berkompetisi di Rio pada federasi internasional setiap cabang olah
raga. Demikian laporan Reuters. (art)






