Breaking News
HeadLinePolhukam

Penguasa Turki Tahan 16.000 Tersangka Kudeta

×

Penguasa Turki Tahan 16.000 Tersangka Kudeta

Sebarkan artikel ini

JAKARTA– Penguasa Turki resmi menahan 16.000 tersangka dan 6.000
orang menjalani pemeriksaan intensif terkait usaha untuk menggulingkan
pemerintahan Turki pimpinan Presiden Tayyip Erdogan.

Menteri Hukum Turki, Bekir Bozdag pekan ini mengatakan, pihaknya resmi
menangkap dan menahan 16 ribu tersangka terkait kudeta gagal bulan
lalu, sementara 7.668 warga masih diselidiki, tetapi mereka tidak ditahan.

Pasca kudeta, pemerintah Turki telah menahan, memecat dan menskors
puluhan ribu orang di lembaga peradilan, militer, polisi, pegawai negeri,
dan bidang lain yang dianggap terlibat dengan kudeta 15 Juli 2016 itu.

Saat itu, satu faksi di militer diyakni berupaya menggulingkan Presiden
Tayyip Erdogan beserta pemerintahannya. Lebih dari 240 orang tewas dan
sekitar 2.200 warga terluka karena pihak militer itu mengerahkan jet, heli
dan tank ke arah warga demi menurunkan kuasa pemerintah yang sah.

Aksi itu dinilai sebagai upaya Erdogan menguatkan kuasanya di Turki.
Namun, Edrogan malah menyalahkan pengikut Fethullah Gulen dengan
bantuan asing sebagai pelaku kudeta. Gullen saat peristiwa terjadi sudah
mengasingkan diri di salah satu negara bagian di Amerika Serikat. Namun,
para pengikut Gulen membantah tuduhan bahwa mereka terlibat dalam
aksi kudeta.

Pemerintah Turki mengatakan, pengikut Gulen menggunakan aplikasi
pesan untuk berkomunikasi menyusun rencana kudeta beberapa tahun
sebelumnya. Badan intelijen Turki mengaku telah meretas program itu
sehingga mampu melacak puluhan ribu orang di grup perencana kudeta.

Pejabat senior Turki mengatakan, badan intelijen telah mengidentifikasi
sekitar 56 ribu pelaku yang terhubung dengan jaringan Gulen usai meretas
aplikasi pesan, ByLock yang mulai digunakan 2014.

“Kami menemukan lebih 150.000 orang yang menggunakan ByLock untuk
berkomunikasi satu sama lain. Kelompok itu juga memakai aplikasi lain
bernama Eagle yang dapat disamarkan menyerupai peranti lunak populer
lainnya seperti Whatsapp dan Tango. Eagle juga digunakan pelaku untuk
berbagi rincian informasi kegiatan, termasuk merencanakan kudeta pada
15 Juli,” ujar pejabat senior Turki.

Koran Haberturk di Turki melaporkan, Dewan Tinggi Hakim dan Jaksa
(HSYK) telah memecat 1.500 hakim dan jaksa setelah menskors sekitar
tiga ribu petugas beberapa hari usai insiden percobaan kudeta seperti
dilaporkan Reuters. (art)

Komentar