Breaking News
HeadLinePeristiwa

Polisi Usir Pengunjuk Rasa Dengan Granat

×

Polisi Usir Pengunjuk Rasa Dengan Granat

Sebarkan artikel ini

JAKARTA– Polisi anti huru-hara Brasil terpaksa usir para pengunjuk rasa yang berada dekat Stadion Maracana, Rio Janeiro dengan gas air mata dan granat kejut ketika upacara pembukaan Olimpiade 2016 digelar.

Kelompok pengunjuk rasa berjumlah ratusan orang itu menyatakan protes terhadap korupsi dan biaya mahal tuan rumah Olimpiade 2016 saat Brasil berada dalam kondisi ekonomi terburuk dalam 10 tahun terakhir.

Demo itu merupakan kegiatan unjuk rasa terbesar dari sejumlah penolakan yang mewarnai rangkaian kegiatan menjelang pembukaan Olimpiade 2016.

Pawai Obor Olimpiade 2016 di yang melewati ruas-ruas jalan di Rio de Janeiro beberapa hari sebelumnya juga diikuti kelompok pengunjuk rasa. Polisi menggunakan gas air mata dan senjata berpeluru karet untuk menghentikan aksi itu.

Kamis malam lalu waktu setempat, para pengunjuk rasa sempat menduduki gedung konser tua untuk menggelar upacara pembukaan tandingan Olimpiade. Hari mereka melakukan aksi damai dengan menggelar karnaval.

Pada kesempatan terpisah, Wali Kota Rio Janeiro, Eduardo Paes meminta warganya tidak menghabiskan waktu lebih banyak di luar rumah untuk menghindari kemacetan terparah jika mereka bepergian.

“Besok semua atlet dan jurnalis akan pergi ke Maracana untuk acara pembukaan. Saya berharap Cariocas (warga Rio) tinggal di rumah. Saya akan lebih senang jika imbauan tersebut dijalankan selama Olimpiade.”

Saat berbicara menjelang upacara pembukaan Olimpiade Rio, Paes mengatakan, beberapa hari mendatang akan menjadi “hari yang kacau dan menyenangkan, dan penting bagi kota ini.”

“Warga sebaiknya menghindari jalanan guna mempermudah perjalanan atlet ke lokasi kompetisi,” kata Paes seperti dilansir kantor berita AFP.

Namun, Paes tidak mengomentari kemungkinan protes terhadap presiden sementara Michel Temer, yang akan berada di acara pembukaan saat presiden terpilih Dilma Rousseff dinonaktifkan menunggu sidang pemakzulannya. (art)

Komentar