Breaking News
DaerahHeadLine

BPBD Minta Jangan Berlebihan Beritakan Erupsi Gunung Bromo

×

BPBD Minta Jangan Berlebihan Beritakan Erupsi Gunung Bromo

Sebarkan artikel ini

JAKARTA– Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, Dwijoko Nurjayadi meminta media tidak berlebihan memberitakan erupsi Gunung Bromo.

“Pemberitaan Gunung Bromo yang berlebihan dan tidak sesuai dengan fakta akan berdampak pada turunnya sektor pariwisata ke Gunung Bromo. Karena pemberitaan itu, banyak wisatawan membatalkan kunjungan ke Bromo,” kata Dwijoko pekan ini.

Menurut dia, erupsi Gunung Bromo pada status waspada selama ini tidak mengancam jiwa penduduk di lereng gunung Bromo karena jarak pemukiman dengan puncak kawah aktif cukup jauh. Dampak erupsi lebih kepada sektor pertanian dan pariwisata.

Suku Tengger yang hidup lereng Bromo tenang menjalankan aktivitas sehari-hari. Mereka sudah terbiasa dan paham dengan aktivitas gunung eksotisme itu. “Jadi, tak perlu dibesar-besarkan erupsi Bromo karena itu adalah hal wajar bagi gunung yang aktif.”

Pemberitaan aktivitas Bromo yang berlebihan mempengaruhi sektor perekonomian warga Suku Tengger yang mencari nafkah dengan menjual jasa kepada wisatawan.

“Saya himbau media memberikan pemberitaan yang positif tentang aktivitas Bromo, sehingga wisatawan tetap berkunjung ke Bromo. Rekomendasi PVMBG Pusat, wisatawan boleh mengunjungi Bromo dengan radius 1 km dari kawah aktif.”

Kepala Sub Bidang Pengamatan dan Penyelidikan Gunung Api Wilayah Barat, Hendra Gunawan mengatakan secara visual Bromo 5 Agustus 2016 terpantau cuaca cerah hingga mendung, angin tenang hingga sedang, suhu udara 9-19 derajat celcius, dan Gunung Bromo terlihat jelas hingga berkabut.

Kemudian asap kawah teramati putih tipis hingga tebal, dengan tekanan lemah hingga sedang, ketinggian asap berkisar 50-600 meter dari puncak kawah yang mengarah ke arah tenggara-barat daya.

“Masih terdengar suara gemuruh lemah hingga kuat, bahkan suara gemuruh itu menggetarkan pintu-pintu dan kaca di Pos Pengamatan Bromo di Desa Ngadisari, Sukapura, Kabupaten Probolinggo,” demikian Hendra Gunawan. (art)

Komentar