JAKARTA– Bank Mandiri dan BRI mengucurkan kredit sindikasi Rp 4,5 triliun kepada PT Pelabuhan Indonesia III (Pelindo). Uang itu digunakan digunakan untuk kebutuhan belanja modal terkait realisasi percepatan pembangunan infrastruktur.
“Dari Rp4,5 triliun, Rp3 triliun digunakan tahun ini,” jelas Direktur Utama Pelindo III, Orias Petrus Moedak pada penandatanganan nota kesepahaman antara Pelindo III dan sindikasi tiga bank BUMN tentang penyediaan dan penggunaan layanan jasa perbankan di Jakarta, pertengahan pekan ini.
Dikatakan, dari Rp3 triliun yang akan digunakan tahun ini, pihaknya telah menarik Rp1 triliun, Dana itu diprioritaskan buat pembangunan 10 pelabuhan di kawasan Indonesia timur dan pelabuhan sungai di Kalimantan. Sisanya untuk pembelian alat-alat dan penguatan dermaga terutama dari sisi kargo di 43 pelabuhan tanggung jawab Pelindo III.
“Dari 43, pembangunan yang segera dilakukan 10 pelabuhan. Dan kami juga rapikan pemisahan antara pelabuhan kargo dan pelabuhan orang, terutama di pelabuhan-pelabuhan kecil, supaya ke depanlebih nyaman,” kata Orias.
Pelabuhan prioritas pembangunan Pelindo III tahun ini antara lain di Maumere, Tenau, Waingapu, Kalabahi, Ippi (NTT), Sampit, Kumai (Kalimantan Tengah), Batulicin (Kalimantan Selatan), dan Badas (NTB).
Diungkapkan, Pelindo III membutuhkan dana Rp9 hingga 11 triliun untuk meningkatkan kualitas kepelabuhan dalam lima tahun ke depan. Anggarannya selain dari pinjaman, juga diproyeksikan dari obligasi dan amnesti pajak.
Deputi Bidang Jasa Keuangan, Survei dan Konsultan Kementerian BUMN, Gatot Trihargo mengapresiasi sinergi antarbadan usaha milik negara yang telah dilakukan antara Pelindo III dan tiga bank BUMN.
“Penyaluran kredit sindikasi ini merupakan contoh sinergi BUMN yang tidak dipaksakan. Memang yang paling baik adalah kerja sama yang tumbuh sendiri tanpa ada instruksi dari perwakilan Kementerian BUMN,” kata Gatot.
Dia berharap program kerja tersebut dapat memberikan sinyal positif bagi dunia luar mengenai proyek infrastruktur Indonesia. “Semoga nanti akan ada kerja sama lagi,” demikian Gatot Trihargo. (art)






