JAKARTA– Presiden Recep Tayyip Erdogan yang menjadi sasaran kudeta berdarah di Turki 15 Juli lalu mendesak pihak berwenang di AS mengekstradisi atau memulangkan Fethullah Gulen ke Turki. Erdogan menuding Gulen berada di balik kudeta yang dilakukan faksi milter Turki.
“Kau pasti sudah buta dan mati kalau tidak memahami bahwa Gulen berada di balik semua ini. Jika kami meminta ekstradisi seorang teroris, kau seharusnya memenuhi itu,” kata Erdogan di Meksixo City saat diwawancara stasiun TV Televisa.
Dikatakan, otoritas AS meminta dokumen untuk ekstradisi Gulen, yang tinggal di Pennsylvania.”Kalau kau mulai minta dokumen-dokumen dan lain-lain, maka itu hambatan besar dalam upaya kami memerangi terorisme. Namun, saat ini kami mengalami kesulitan karena tidak bisa menerima seorang teroris yang kami minta untuk diekstradisi,” kata Edrogan.
Gulen tinggal di Amerika Serikat sejak 1999 dan membantah terlibat dalam upaya kudeta 15 Juli. Otoritas Turki telah mengirimkan paket dokumen baru ke otoritas AS untuk ekstradisi Gulen menurut Menteri Kehakiman Bekir Bozdag.
“Dalam hal memerangi terorisme, kami tidak mau kehilangan waktu, enam bulan atau satu tahun, itu tak bisa ditolerir,” kata Erdogan seperti dikutip kantor berita AFP.
Menteri Luar Negeri AS. John Kerry mengatakan pada 18 Juli bahwa Turki harus menunjukkan “bukti autentik” dan “bukan tuduhan semata” terhadap Gulen untuk ekstradisinya. (art)






