Breaking News
HeadLinePolhukam

Ranah Minang Aman Dari Konflik Sosial

×

Ranah Minang Aman Dari Konflik Sosial

Sebarkan artikel ini

JAKARTA– Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Yusuf Kartanegara mengatakan, Sumatera Barat termasuk daerah aman dari berbagai macam konflik sosial. Bahkan tidak ada konflik sosial terjadi di daerah ini. Kalaupun pernah terjadi, itu hanya lebih kepada kepentingan ekonomi semata.

Konflik yang terjadi Sijunjung dan Dharmasraya beberapa waktu lalu, kata Yusuf lebih kepada kepentingan lain seperti ekonomi. Konflik itu tidak melibatkan masyarakat secara luas. “Konflik sosial memiliki banyak pemicu, selain kepentingan, ada provokasi dan perbedaan pemikiran.”

Di Sumbar (rananh Minang-red)  tidak pernah terdengar informasi serta laporan tentang perpecahan atau konflik misal kesukuan atau agama. Ini berbeda dengan daerah lain yang mengalami konflik dengan melibatkan kesukuan.

“Itulah yang menjadi bahan kajian Wantimpres untuk memberikan masukan kepada presiden dalam mencari solusi mengatasi konflik tersebut,” kata Yusuf.

Selain ke Sumatera Barat, pihaknya juga bakal berkunjung ke Sulawesi Selatan dan beberapa daerah lain di tanah air. Dalam kunjungan terkait konflik sosial, pihaknya menggunakan sistem sampel daerah sebagai representasi. Seperti di Sumatera Barat, hanya beberapa kabupaten dan kota yang akan dikunjungi.

Senada dengan Yusuf, Gubernur Sumatera Barat, Irwan Prayitno juga mengatakan bahwa konflik sosial di ranah Minang itu dengan melibatkan massa boleh dikatakanj tidak ada terjadi. jarang terjadi.

Meski demikian, politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tersebut tidak menampik ada persoalan lahan dalam hal ekonomi menjadi faktor munculnya konflik.

Namun, dengan adanya adat dan budaya yang melekat pada masyarakat Sumatera Barat (Minang-red), konflik sosial tingkat tinggi dapat dihindari.

Sebab, ungkap Irwan, ketika berkonflik semua elemen masyarakat bersatu bermusyawarah untuk menyelesaikan persoalan tersebut.
Seperti yang terjadi di Sijunjung dan Dharmasraya.

Saat ini telah dilakukan mediasi antara pemerintah, alim ulama, niniak mamak sebagai pemangku adat dan keamanan untuk penyelesaian konflik di perbatasan tersebut. “Hal ini juga yang menjadikan Sumbar tidak pernah terjadi konflik terkait agama, atau kesukuan lainnya,” demikian Irwan Prayitno. (art)

Komentar