Breaking News
HeadLinePolhukam

Prof Nazaruddin: Bangsa Indonesia Harus Pertahankan Kerukunan Beragama

×

Prof Nazaruddin: Bangsa Indonesia Harus Pertahankan Kerukunan Beragama

Sebarkan artikel ini

JAKARTA– Bani Israel adalah bangsa ‘ngeyel’. Itu dijelaskan dalam surat Al- Baqarah ayat 67, bangsa di bawah ke pemimpinan Nabi Musa Allahisalam. Bahkan dalam surat Al-Baqarah tersebut menyebutkan kata Israel 62 kali yang isinya cenderung negative atau buruk.

Hal tersebut diungkapkan Imam Masjid Istiqlal Jakarta, Prof DR Nazaruddin Umar saat memberikan taushiyah pada buka puasa bersama Presiden Joko Widodo (Jokowi) bersama sejumlah pejabat negara di kediaman Wakil Ketua MPR RI, Oesman Sapta Odang, Jumat (24/6) petang.

Menurut Nazaruddin, dalam Al-quran itu Allah swt sudah mempunyai pemetaan-pemetaan kehidupan sosial, geopolitik, geo spiritual, geo psikologis dan seterusnya. Hanya saja ada satu bangsa yang terlalu maskulin, ngeyel dan keras kepala di dunia, yaitu Bani Israel. Mereka terlalu mengandalkan rasionalitas.

Karena itu dalam hidup ini selalu ada persaingan. Misalnya yang benar dan yang bathil, baik dan buruk dsb. Namun, kebenaran yang akan menjadi pemenang tidak terkecuali Fir’aun.

Bani Israel dan Fir’aun dilahirkan dimana tempat kitab suci Yahudi dan Kristen diturunkan yakni di Palestina (Masjidil Aqsho). Sedangkan Al-Quran tepatnya di Makkah dan Madinah, Timur Tengah. Tapi, justru di tempat itulah yang menjadi perhatian Allah SWT.

Masyarakat yang terlalu banyak bertanya dan over kritis, kata Nazaruddin adalah orang yang tidak pernah bersykur kepada Allah SWT sehingga hidupnya tidak pernah tenang, tidak nyaman dan tidak tentram. Seperti kasus sapi betina (Al-Baqorah) yang terus ditanyakan dari ujung rambut sampai ujung kaki, hanya untuk disembelih.

Rektor Institut Pergurun Tinggi Ilmu Al-Quran (PTIQ) Jakarta itu malah mempertanyakan, kenapa Al-Quran tidak diturunkan di Indonesia? “Jawabannya, karena masyarakat Indonesia cukup hanya dengan seorang ustadz (guru agama) saja semua bisa taat, patuh, berakhlak mulia, ramah dan saling menghormati satu sama lain sebagai warga bangsa.

“Untuk itulah Indonesia menjadi perhatian yang luar biasa dunia internasional, karena toleransinya yang besar dalam bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Padahal, Indonesia pendudukanya mayoritas beragama Islam, tapi damai dan tidak ada pertumpahan darah, dan apalagi saling membunuh seperti di Timur Tengah. Maka, itulah yang harus kita rawat bersama,” tutur Guru Besar UIN Syahid Jakarta itu.

Dengan demikian, Nazaruddin mengajak kita semua untuk selalu bersyukur menjadi bangsa Indonesia, yang tidak keras kepala. “Sebagai bangsa yang besar ini kita bangga dan ini harus dipelihara, rawat dan jaga bersama untuk Indonesia yang lebih baik di masa depan,” demikian Nazaruddin Umar. (art)

Komentar