Breaking News
HeadLinePengawasan

DPR Apresiasi Kemenhub Gelar Mudik Gratis

×

DPR Apresiasi Kemenhub Gelar Mudik Gratis

Sebarkan artikel ini

JAKARTA– Komisi V DPR RI yang membidangi transportasi dan infrastruktur mengapresiasi langkah Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menggelar mudik gratis kepada masyarakat yang bakal merayakan lebaran di kampung halaman.
Hanya saja mudik gratis tersebut dilakukan Kemenhub terhadap masyarakat yang merayakan lebaran di Pualau Jawa saja. “Kami dari Komisi V DPR RI mengapresiasi langkah Kemenhub melakukan mudik gratis sebagai antisipasi melonjaknya pemudik menggunakan kendaraan bermotor roda dua,” kata anggota Komisi V DPR RI, Rendy Lamajido, Sabtu (25/6).

Ya, Kemenhub memperkirakan bakal terjadi kenaikan jumlah pengguna sepeda motor pada arus mudik tahun ini dibanding tahun lalu. Jumlah pengguna sepeda motor akan meningkat hingga 50 persen atau menjadi sekitar 5 juta orang.

Mengantisipasi hal itu, Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenhub, Hemi Pamuraharjo menyebutkan, pihaknya membuat program mudik gratis. Namun, program tersebut belum dimanfaatkan maksimal oleh masyarakat. “Antisipasinya adalah untuk mengurangi tingkat kecelakaan, kami mengadakan mudik gratis. Sekarang masih buka. Belum dimanfaatkan oleh masyarakat,” kata Helmi.

Dikatakan, pihaknya menyediakan kereta berkapasitas sekitar 15 ribu sepeda motor untuk pemudik menggunakan kereta. Sementara untuk sepeda motor yang diangkut truk sekitar 12 ribu. Adapun pemudik yang bisa dibawa menggunakan bus sekitar 24 ribu orang. “Alhamdulillah (sudah terisi) 80 persen untuk yang bus-truk. Untuk kereta sekitar 74 persen.”
Dikemukakan, diperkirakan terjadi peningkatan tren penggunaan pada sejumlah moda transportasi umum di arus mudik tahun ini. “Kami sudah lakukan uji laik darat, laut, udara untuk setiap moda transportasi mulai tanggal 6 Juni sampai 24 Juni,” kata Hemi.

Menurut Hemi, diprediksi terjadi peningkatan penggunaan moda transportasi umum baik pesawat terbang, kapal laut serta kereta api. Namun moda tranportasi darat diprediksi justru menurun. (art)

Komentar