JAKARTA— Ketua Umum Organisasi Masyarakat (Ormas) Persaudaraan Muslim Indonesia (Parmusi), Usamah Hisyam minta para Da’i atau pendakwah benar-benar dapat menjadi mujahid dakwah fiisabilillah.
Hal tersebut dikemukakan Usamah sebelum menutup Workshop Dakwah Nasional I dan Pelatihan Dai, kemarin. Workshop yang digelar di Cisarua, Bogor dan berakhir pekan lalu itu diikuti diikuti sedikitnya 160 orang dari 18 propinsi di tanah air. Usai mengikuti workshop dan pelatihan, para dai tsb dilepas oleh Usamah Hisyam di Parmusi Center di kawasan Jakarta Selatan, Rabu (1/6) siang.
“Kalian merupakan kafilah dakwah Parmusi gelombang pertama yg ditugaskan sepanjang Ramadhan tahun ini di daerah daerah perbatasan dan pulau pulau terluar,” kata Usamah.
Gelombang pertama dikirim ke perbatasan Aceh Singkil dan Tapanuli Utara, Attambua dan Timor Leste, Temajuk Kalbar dan Serawak serta pulau pulau terluar di kawasan Kepulauan Riau (Kepri).
Dikatakan politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) tersebut, Parmusi akan mencetak 5 Da’i di setiap kecamatan. Mereka ditargetkan mengikuti pelatihan tingkat propinsi dan kabupaten hingga akhir 2017. Pelatihan dipimpin Ustadz Syuhada Bahri, Ketua Lembaga Dakwah Parmusi dan wakilnya ustadz Farid Okbah serta Ketua Dewan Pakar Parmusi Prof DR Laode Kamaluddin.
Menurut Usamah, Parmusi harus berkontribusi konkret dalam menanggulangi kerusakan moral dan budaya bangsa yg sdh parah diwarnai dengan berbagai bentuk maksiat.
Workshop dakwah ini, kata Usamah, bertujuan untuk mewujudkan paradigma baru Parmusi sebagai connecting moeslem berbasis dakwah, sosial, ekonomi dan pendidikan. (art)






