JAKARTA– Warga Muhammadiyah menilai ucapan politisi Partai Demokrat (PD), Ruhut Situmpul sudah keterlaluan. Karena itu, Pimpinan Pusat (PP) Pemuda Muhammadiyah meminta kepada Ketua Umum DPP Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) untuk memecat anggotanya, Ruhut Sitompul, yang telah melecehkan Hak Asasi Manusia (HAM).
Dalam Rapat Dengar (RDP) Komisi III DPR RI dengan Kapolri Jenderal Badrodin Haiti, Ruhut menyebut kepanjangan HAm itu dengan Hak Asasi Monyet. Sikap Ruhut itu bukan saja merusak citra SBY sebagai Ketum PD, tapi juga telah merusak keadaban publik dengan melontarkan kata-kata kasar tersebut.
“PP Muhammadiyah mendesak Pak SBY, untuk memberhentikan saudara Ruhut Sitompul. Karena apa yang dilakukan itu telah menghina Pak SBY. SBY kan mendorong politik sopan-santun dan meninggikan etika, tapi anak buahnya kok bilang HAM monyet,” kata Ketua PP Pemuda Muhammadiyah, Dahnil Anzar Simanjuntak, Selasa (31/5).
Selama memerintah 10 tahun, kata Dahnil, Pak SBY memiliki fatsun politik yang tinggi terkait etika. Sehingga apa yang dilakukan Ruhut itu justru bertentangan dengan apa yang didorong dan dilakukan oleh Pak SBY. “Makanya kami mendorong Pak SBY berani memecat Pak Ruhut, karena telah merusak keadaban publik dan partai Demokrat, juga menhina keluarga Siyono.”
Menurut Dahnil, PP Pemuda Muhammadiyah telah berkirim surat ke sekretariat PD tentang rekomendasi pemecatan Ruhut tersebut, meski Ruhut sempat datang ke kantor PP Muhammadiyah beberapa waktu lalu untuk sekadar silaturahim. “Dia komunikasi biasa, silaturahim. Tidak menyebutkan permohonan maaf. Saudara Ruhut sempat datang pas perayaan milad ke-84. Dia datang dengan baik, kami sambut dengan baik-baik,” demikian Dahnil. (art)






