JAKARTA– Brigadir Kepala (Bripka) Seladi yang bertugas pada uji SIM Samsat Kota Malang, Jawa Timur perlu menjadi contoh buat para polisi lainnya. Walau penghasilannya sebagai polisi tidak cukup memenuhi kebutuhan hidup keluarga. Namun, Seladi tidak memanfaatkan tugasnya itu untuk mencari uang tabahan biaya hidup keluarga.
Seladi lebih memilih memulung sebagai perekerjaan sampingan demi menambah penghasilan untuk menghidupi keluarga. Tampaknya, haram buat Seladi memanfakan jabatannya sebagai polisi untuk mencari uang tambahan guna memenuhi kebutuhan hidup keluarganya.
Kalangan wakil rakyat di parlemen rupanya mengetahui sikap Seladi yang demikian. Senin (23/6), Ketua DPR RI, Ade Komaruddin memberikan penghargaan kepada Seladi. “Piagam penghargaan ini satu simbol, mudah-mudahan dipasang di rumahnya sebagai tanda polisi teladan,” kata Seladi.
Ade didamping Ketua Komisi III DP RI, Bambang Soesatyo, anggota Komisi III DPR RI, Taufiqulhadi mengapresiasi pilihan Seladi. “Petugas administrasi Polresta Malang, tidak sungkan menjadi seorang pemulung sampah sebagai penambah penghasilan tambahan di luar jam dinasnya,” kata laki-laki yang akrab dengan panggilan Akom ini.
Menurut politisi Partai Golkar itu, apa yang dilakukan Seladi mengajarkan banyak orang soal nilai-nilai kejujuran terutama kerja keras, etos kerja dalam profesinya sebagai seorang polisi. “Bripka Seladi mengajarkan kita nilai-nilai kejujuran, terutama kerja keras, etos kerja dalam profesinya sebagai seorang polisi.”
Tak hanya piagam penghargaan, Bambang Soesatyo bahkan merelakan gaji pokoknya hingga bulan Desember mendatang diberikan pada Seladi, sebagai wujud apresiasinya.
Dalam kesempatan itu, Seladi mengucapkan rasa terima kasihnya atas penghargaan yang diberikan padanya. Dia berujar, lebih baik menjadi pemulung ketimbang menerima uang suap. “Lebih nikmat pemulung untuk sampingan, sekarang ambil, dijual, laku,” kata Seladi. (art)






