JAKARTA– Secara historis hubungan Indonesia dengan Serbia (dahulu Yugoslavia-red) berjalan baik. Indonesia dan Serbia ingin hubungan yang sudah terjalin baik tersebut diteruskan.
Hal tersebut terungkap ketika Ketua DPR RI, Ade Komarudin menerima kedatangan Presiden Serbia, Tomislav Nikolic di Gedung Parlemen, Kamis (28/4). Kedatangan Nikolic dimaksudkan untuk terus menjaga hubungan baik antara Indonesia dengan Serbia yang salah satunya pada bidang perdagangan.
“Kami baru saja bertemu dengan Presiden Republik Serbia sebagai kelanjutan untuk memperkuat kerjasama antara Indonesia dengan Serbia. Serbia semula bagian dari Yugoslavia, dan kita tahu bahwa Yugoslavia adalah salah satu negara yang punya hubungan historis dengan Indonesia,” kata Akom, sapaan Ade Komarudin.
Akom yang bakal bertarung pada pemilihan ketua umum partai Golkar dalam Musyawarah Luar Biasa (Munaslub) di Bali, 26-29 Mei mendatang mengatakan, Bung Karno memiliki hubungan baik dengan Josip Broz Tito saat itu.
“Bung Karno dan Josip Broz Tito memiliki hubungan baik dalam rangka gerakan non blok dan sekarang dilanjutkan perjalanan historis kedua pemimpin tersebut antara Tomislav Nikolic dengan Joko Widodo yang tadi melakukan makan malam bersama di Istana Negara,” ujar politisi Partai Golkar tersebut.
Dijelaskan, di DPR juga terdapat grup kerjasama bilateral Indonesia-Serbia. Sebagai pimpinan, Akom akan mendorong anggota dewan untuk terus melanjutkan hubungan baik tersebut.
“Kebetulan di DPR juga ada grup kerjasama bilateral Indonesia-Serbia. Kepada anggota dewan saya minta untuk melanjutkan hubungan baik yang sebelumnya dimulai dari Bung Karno tersebut.”
Selain itu, Akom juga menginginkan hubungan antar parlemen juga harus berjalan baik. “Lalu saya ingin hubungan antar parlemen juga harus berjalan baik.”
Dalam pertemuan tersebut, Akom juga membahas soal tantangan internal di Serbia hingga kerjasama di bidang perdagangan. Ia ingin kedua negara bisa saling mengisi dan memperkuat.
“Menyikapi tantangan di internal Serbia, tentu kita juga ingin membantu dan memperkuat. Seperti kita ketahui, Serbia sebentar lagi akan masuk Uni Eropa. Sebagai teman lama, kita juga ingin kepentingan Indonesia di Uni Eropa bisa dicapai melalui Serbia,” ujar Akom.
Terkait kerjasama di bidang perdangan, Akom menginginkan antar kedua negara bisa berjalan dengan baik. “Kami membahas hubungan dagang dan ingin hubungan itu selalu berjalan baik. Kami punya hubungan historis yang baik dan akan dilanjutkan di masa mendatang.”
Pimpinan DPR dari FPG juga memberikan selamat kepada Nikolic karena partainya kembali menang dalam pemilu Serbia. “Kami juga mengucapkan selamat kepada Nikolic, karena partainya berhasil memenangkan pemilihan umum pada 26 April lalu,” kata dia.
Kepada Ketua DPR, Nicolic menjelaskan dalam menjalankan pemerintahan di Serbia tidak mudah, mengingat, Nikolic adalah mantan anggota parlemen dan cukup lama menjadi partai oposisi. “Sekarang kami memerintah. Dari partai oposisi menjadi pemerintah itu tidak mudah,” jelas Nikolic.
Hadir dalam pertemuan ini Wakil Ketua Korinbang Agus Hermanto, Wakil Ketua Korpolkam Fadli Zon, Ketua Komisi I Mahfudz Sidiq, Ketua Komisi VI Achmad Hafisz Tohir, Sekretaris Jenderal DPR RI Winantuningtyastiti dan Menteri Sekretaris Kabinet Pramono Anung. (art)






